7 Tips Memilih Sabun Bayi yang Aman Bagi Bayi

  • 4 min read
  • Nov 15, 2021
tisp memilih sabun bayi

Sabun bayi menjadi salah satu produk penting yang berpengaruh terhadap kesehatan bayi. Pemilihan sabun yang salah dapat berpengaruh terhadap kondisi kulit bahkan membahayakan kesehatan bayi. Untuk mencegah kesalahan pemilihan sabun tersebut, ada deretan tips memilih sabun bayi yang dapat disimak lewat paparan berikut ini.

7 Tips Memilih Sabun Bayi yang Aman Bagi Bayi dan Bernutrisi

Tips-tips tersebut berguna bagi para orang tua baru atau orang tua bayi dengan kulit sensitif, untuk memilih sabun yang tepat. Kira-kira ada tips memilih sabun bayi apa saja? Mari simak informasi lebih lanjut berkaitan dengannya pada penjelasan di bawah ini:

1. Kenali Jenis Kulit Anak

Sebelum membeli sabun bayi, orang tua harus memahami terlebih dahulu kondisi kulit bayinya. Apakah kulitnya termasuk sensitif atau bahkan kulit bayi memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu? Ini nantinya dapat digunakan sebagai bekal guna menemukan sabun bayi yang cocok dan aman digunakan.

Bayi yang memiliki kondisi kulit tertentu seperti eksim, hipersensitif, dan kondisi kulit negatif lain, sebaiknya mengonsultasikan lebih dahulu dengan dokter terkait pemilihan sabun yang tepat. Tanyakan mengenai bahan-bahan yang disarankan dan dilarang untuk bayi dengan kondisi kulit tertentu tersebut. Jangan sampai nantinya sabun yang dipilih justru memperparah kondisi kulit bayi.

2. Cek Bahan-bahan Sabun

Ada banyak jenis sabun bayi di pasaran. Masing-masing memiliki kandungan yang berbeda antara satu dan lainnya. Saat akan membeli sabun bayi pastikan lebih dahulu mengecek bahan-bahan yang digunakan dalam sabun tersebut. Informasi ini dapat diperoleh pada bagian detail bahan di kemasan sabun.

Lewat pengecekan bahan sabun ini, orang tua dapat menghindarkan anak dari sabun dengan bahan-bahan kimia berbahaya. Selain itu ini juga menjadi cara untuk menghindarkan bayi dari dampak negatif bahan yang menyebabkan alergi pada bayi.

Kulit bayi yang cenderung sensitif rentan terhadap produk-produk kimia tertentu. Ini yang harus menjadi perhatian para orang tua. Buatlah daftar zat kimia yang dilarang pada sabun bayi. Bandingkan daftar tersebut dengan bahan dari sabun yang akan dibeli.

3. Pelajari Informasi Sabun di Kemasan

Tips memilih sabun bayi yang keempat adalah orang tua wajib mempelajari lebih dahulu informasi yang ada pada bagian kemasan sabun. Biasanya pada bagian kemasan terdapat berbagai informasi mengenai sabun tersebut. Mulai jenis sabun sampai peruntukan sabun untuk tipe kulit apa. Selain itu perhatikan juga informasi jangka waktu kedaluwarsa dari produk sabun tersebut.

Tak hanya itu, pembeli juga sebaiknya memperhatikan cara penyimpanan sabun. Ini penting untuk dijadikan referensi agar tidak terjadi salah penyimpanan yang membuat sabun menjadi rusak. Biasanya dalam kemasan sabun bayi juga tercantum peringatan-peringatan yang penting untuk diperhatikan.

Informasi-informasi penting seputar sabun yang ada di dalam kemasan seringkali terlewat. Padahal memilih produk yang tepat dapat dilakukan dengan mengandalkan informasi-informasi yang terdapat pada kemasan produknya.

4. Pilih Sabun dengan PH Netral

Hal yang harus diperhatikan dalam tips memilih sabun bayi selanjutnya adalah kadar PH dalam sabun. Orang tua harus memperhatikan kadar PH sabun yang akan dibeli. Apalagi jika sabun tersebut digunakan untuk bayi baru lahir yang masih rentan. Kadar PH pada kulit bayi yang baru lahir akan mengalami perubahan, yakni yang awalnya PH netral akan berubah menjadi sedikit asam.

Perubahan PH pada bayi baru lahir bukan tanpa alasan. Adanya lapisan asam tersebut akan membantu melindungi kulit bayi dari kuman maupun bakteri yang menempel. Untuk mencegah lapisan kulit tersebut rusak diperlukan sabun dengan PH netral atau mendekati PH kulit si bayi.

Penggunaan sabun dengan PH netral akan membantu menjaga lapisan kulitnya agar tetap sehat. Selain itu pemilihan PH netral diperlukan untuk mencegah kulit bayi menjadi iritasi karena terkena sabun yang terlalu asam maupun terlalu basa.

5. Jangan Tergiur Sabun Wangi

Banyak orang tua yang masih memilih produk bayi dengan aroma wewangian yang kuat. Hal tersebut sebaiknya dihindari dalam pemilihan produk sabun bayi. Perlu diketahui jika umumnya wewangian yang ada pada sabun berasal dari senyawa kimia sintetis. Kehadiran senyawa kimia tersebut berpotensi menghadirkan bahaya untuk kulit bayi yang masih sensitif.

Tak jarang senyawa kimia yang ada pada pewangi sabun bayi justru membuat bayi menjadi iritasi serta alergi. Efek penggunaan bahan kimia terus-menerus ini juga tak kalah menyeramkan. Paparan bahan kimia terus menerus berpotensi mengganggu sistem saraf pusat hingga sistem reproduksi pada bayi nantinya.

Untuk menghindari hal ini sebaiknya pilih sabun bayi dengan aroma alami. Jika mengandung wewangian tertentu sebaiknya pastikan jika aroma wangi tersebut berasal dari bahan-bahan organik yang aman digunakan untuk kulit bayi.

6. Hindari Sabun yang Terlalu ‘Berat’

Tips memilih sabun bayi selanjutnya adalah memastikan jika sabun yang digunakan tidak terlalu ‘berat’. Maksud berat di sini adalah sabun yang banyak mengandung bahan kimia. Paparan zat kimia yang berlebihan akan memancing timbulnya iritasi serta alergi. Ada beberapa bahan kimia yang sebaiknya dihindari seperti deretan bahan kimia berikut ini.

  • Polythylene Glycol. Salah satu zat kimia yang harus dihindari adalah PEG atau yang biasa disebut Polyethyle Glycol. Bahan yang satu ini masuk ke dalam golongan karsinogen yang berbahaya jika digunakan terus menerus;
  • Parabens. Parabens merupakan senyawa yang banyak digunakan sebagai pengawet dalam produk perawatan kecantikan kulit. Tapi ternyata kehadiran produk ini memiliki dampak negatif untuk tubuh. Penelitian membuktikan kehadiran Parabens dapat mengganggu kadar hormon pada tubuh. Hal tersebut apabila terus menerus terpapar pada anak, berpotensi mengganggu tumbuh kembangnya;
  • DEA, MEA, TEA. Diathanolamine (DEA), Monoethanolamine (MEA) dan Triethanolamine (TEA) menjadi zat yang ditemukan pada beberapa produk bayi seperti sampo maupun sabun. Tapi siapa sangka ketiga zat tersebut jika digunakan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pada organ ginjal hingga hati. Lebih lanjut bahan ini dipercaya mampu memicu kanker; dan
  • 1,4-dioksan. Salah satu senyawa yang harus dihindari terakhir adalah 1,4-dioksan. Sebenarnya senyawa ini banyak ditemukan pada produk-produk perawatan bayi. Padahal kehadiran senyawa tersebut dicurigai dapat memicu kanker hingga keracunan organ. Di sisi lain senyawa ini dapat muncul akibat reaksi kimia dari pencapuran beberapa zat kimia lainnya.

7. Hentikan Penggunaan Bila Memberi Dampak Negatif

Orang tua harus selektif dalam memilih produk-produk untuk bayinya. Pastikan adanya pengawasan serta evaluasi terhadap produk-produk yang digunakan. Apalagi mengingat bayi, kulitnya masih sensitif sehingga rentan terhadap paparan bahan-bahan kimia atau bahan berbahaya yang memicu alergi hingga penyakit-penyakit lainnya.

Sebaiknya lakukan evaluasi penggunaan produk setelah beberapa kali pemakaian. Pastikan tidak timbul ruam-ruam, luka maupun iritasi yang disebabkan oleh kesalahan pemilihan produk perawatan bayi. Apabila ruam-ruam atau iritasi muncul segera hentikan penggunaan. Lakukan pengobatan ruam kulit karena alergi produk tertentu dengan konsultasi pada dokter yang berpengalaman. Jangan lupa pula tanyakan mengenai produk perawatan bayi yang aman dengan dokter terkait.

Deretan tips-tips memilih sabun bayi di atas dapat dijadikan acuan untuk para orang tua ketika akan memilih produk perawatan kulit untuk bayinya. Pastikan selalu, produk perawatan yang akan digunakan tidak berbahaya untuk bayi. Pasalnya kesalahan pemilihan produk tidak hanya berdampak pada kulit bayi namun berpotensi menimbulkan dampak-dampak kesehatan lain yang berbahaya untuk bayi. Lalu jangan ragu untuk menghentikan pemakaian, jika memang ada indikasi alergi pasca pemakaian sabunnya agar semakin tidak membahayakan.