Pada umumnya bayi diperkenalkan pada makanan padat untuk pendamping ASI pada bayi ketika usia bayi sekitar 5-7 bulan. Namun menurut rekomendasi dari World Health Organization makanan padat pada bayi atau sering disebut sebagai MPASI sebaiknya diperkenalkan sejak usia 6 bulan.

Sebaiknya makanan padat mulai diperkenalkan secara perlahan kepada si buah secara perlahan agar si buah hati dapat tumbuh dengan baik dan tubuhnya mampu beradaptasi secara baik. Adapun manfaat makanan padat untuk bayi yaitu guna memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tumbuh kembang si buah hati.

Tanda-Tanda Si Buah Hati Sudah Siap Untuk Diperkenalkan Dengan Makanan Padat

  1. Si buah hati sudah bisa menegakkan kepalanya dengan baik
  2. Sudah mengalami kenaikan berat badan yang signifikan bagi si buah hati
  3. Si Buah hati sudah bisa duduk dengan baik
  4. Mulai mempunyai rasa penasaran terhadap makanan yang dikonsumsi oleh orang tuanya
  5. Mulai mempunyai nafsu makan yang berlebih
  6. Hilangnya refleks esktrusi yaitu refleks mendorong makanan dengan lidah.

Lalu, Bagaimana Cara Memulainya ?

Untuk memberikan makanan padat pada Si Buah hati, anda tidak boleh langsung, namun anda harus bertahap. Hal ini dilakukan guna mencegah stress pada tubuh si buah hati.

Tahapan pertama, perhatikan tekstur dan kekentalan pada makanan Si Buah hati. Mula-mula berikan bayi makanan yang mudah dilumat dan cair seperti bubur susu, sari buah pisang, sari buah pepaya, atau sari buah lainnya yang teksturnya lembut. setelah Si Buah hati mulai terbiasa, secara bertahap berikanlah makanan yang teksturnya lebih padat, seperti nasi tim yang bercampur dengan sari sayur-sayuran atau buah-buahan. Kemudian, ketika memasuki usia 8 bulan, mulailah beri Si Buah hati makanan yang dicincang seperti ikan dan daging.

Baca Juga:  Apakah Bayi Prematur Harus Selalu Dimasukkan Kedalam Inkubator?

Untuk Jenis makanan sebaiknya orang tua perkenalkan Si buah hati dengan jenis buha-buahan atau sayuran secara bertahap juga guna mengetahui apakah Si Buah Hati Punya alergi atau tidak. Untuk mengimbangi masa transisi ini, sebaiknya ketika Si Buah Hati makan diawali dengan minum Asi dan diakhiri dengan minum ASI kembali.

Untuk porsi makan Si Buah hati sebaiknya orang tua jangan memaksakan, agar Si Buah hati tidak merasa frustasi dengan kebiasaan barunya. Namun, hal ini tergantung seberapa trampil orang tua dalam menyuapi Si Buah hati, dan pada umumnya untuk porsi pemula sekitar 1-2 sendok teh maka saja. Namun, ketika mulai terbisasa bisa ditambahkan kembali dengan porsi yang lebih banyak. Untuk waktu makannya sebaiknya orang tua melihat dulu kapan Si Buah Hati merasa lapar.

Demikianlah beberapa tips yang dapat kami informasikan. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here