Ketahui Perbedaan Diare Kronis dan Diare Akut

  • 2 min read
  • Okt 19, 2021
Ketahui Perbedaan Diare Kronis dan Diare Akut

Diare kronis dan akut merupakan jenis diare yang hampir sama dalam setiap gejala yang dideritanya. Namun, keduanya sangat berbeda dalam penyebabnya. Maka dari itu, ketahui perbedaan diare kronis dan diare akut agar penanganan kedua jenis diare tersebut dapat dilakukan dengan cara berbeda, bisa jadi adanya komplikasi.

Ketahui Perbedaan Diare Kronis dan Diare Akut

Tekstur kondisi yang encer pada saat buang air besar merupakan salah satu tanda diare. Apabila kondisi seperti ini berjalan kurang lebih dari 2 minggu, maka disebut diare akut. Sedangkan menderita buang air besar lebih dari dua minggu, biasanya ini yang disebut dengan diare kronis.

Perbedaan Diare Kronis dan Diare Akut

Secara umum, memang perbedaan diare kronis dan diare akut ini dilihat dari masa waktu terjadi yang sedang dialaminya. Selain itu juga, gejala dan penyebab yang dialami merupakan bagian dari lamanya penyakit itu terjadi.

Diare Kronis

Diare kronis adalah salah satu penyakit yang menyebabkan sering buang air besar secara terus menerus sampai waktu lebih dari dua minggu. Jika dikategorikan pada perbedaan diare kronis dan diare akut, yaitu system kekebalan tubuh yang sangat lemah maka dianggap sebagai penyakit yang sangat serius.

Penyebab diare kronis biasanya diakibatkan oleh infkesi dari virus, parasite atau bakteri. Namun, apabila bukan dari infeksi, maka penyebab dan gejala diare kronis lainnya adalah:

  • Aliran darah berkurang pada usus
  • Gangguan tiroid, seperti hipertiroidisme
  • Tumor
  • Efek samping dari obat-obatan
  • Radang usus
  • Gangguan pada system kekebalan tubuh yang lemah
  • Intoleransi tubuh setelah mengkonsumsi makanan atau minuman
  • Penyakit turunan

Pemeriksaan tambahan pada penyakit diagnosis diare krosi untuk mengetahui penyebabnya, selain dari pemeriksaan fisik, yaitu pemeriksaan tinja, tes darah dan juga endoskopi.

Sedangkan, penyebab terjadinya diare kronis yang menimbulkan komplikasi, itu sangat beragam tergantung dari pada kondisi kesehatan seseorang dan juga sesuai usia. Seperti contoh, seseorang mengalami malnutrisi yang diakibatkan oleh system kekebalan tubuhnya menurun, maka menimbulkan penyakit diare kronis.

Gangguan elektrolit dan berisiko tinggi yang menyebabkan dehidrasi tentu harus cepat ditangani oleh tim medis dari dokter. Tujuannya adalah selain mengobati, tapi dapat mengetahui penyebab dari diare kronis tersebut.

Diare Akut

Perbedaan diare kronis dan diare akut tentunya sangat berbeda dalam segi gejalanya. Berikut ini adalah penyebab dan gejala diare akut yang harus diketahui, seperti:

  • Efek samping dari obat-obatan
  • Sering konsumsi minuman berkafein dan beralkohol
  • Terjadinya infeksi pada saluran cerna yang diakibatkan oleh bakteri, virus maupun parasit dari makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan seseorang apabila meraka mengalami infkesi
  • Sering buang air besar pada tinja cair. Biasanya disertai dengan darah, muntah, lendir, sakit perut, sakit kepala dan demam. Gejala dehidrasi akibat diare yaitu, tubuh terasa lebih lemas, mulut kering, sakit kepala, kram pada otot dan buang air kecil berkurang.

Cara mengobati diare akut ini bisa diobati dengan konsumsi obat-obatan, banyak minum air putih dan beristirahat. Tetapi, jika diare akut disertai dengan muntah, demam tinggi, sakit perut, maka harus dibawa kedokter untuk penanganannya.

Itulah salah satu perbedaan diare kronis dan diare akut yang harus diketahui oleh kita semua agar tahu cara penanganan pertama pada saat sedang menderita.

Baca Selanjutnya: Inilah Gejala Asam Urat di Tangan yang Sering Terjadi