Pemantauan dalam proses tumbuh kembang anak memang sangat penting bagi orang tua. Namun terkadang orang tua hanya terfokus pada proses tumbunya saja, tanpa memperhatikan proses kembang si Kecil. Hal ini karena proses tumbuh merupakan bentuk fisik yang dapat terlihat dengan jelas, seperti tinggi badan, berat badantumbuh gigi serta proses berjalan.

Proses Tumbuh Anak

Selain Proses tumbuh anak, hal yang tak kalah penting yang harus bunda pahami dan perhatikan adalah prpses kembang anak. Apalagi ketika anak berusia 1 sampai 2 tahun, karena pada masa ini anak mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya dengan cepat serta mulai mempunyai keinginan untuk melakukan berbagai hal secara sendiri. Disinilah kesabaran dan ketelitian bunda  sebagai kunci utama dalam membantu proses kembang anak.

Pada tahun pertama dan kedua merupakan masa dimana anak mulai menyukai terhadap berbagai hal yang ada disekitarnya serta mulai mengeksplore dan beradaptasi dengan hal-hal yang ada di lingkungan sekitar. Pada masa ini juga anak mulai melakukan banyak gerak baik dengan kaki maupun tangannya, mulai belajar berbicara dan mulai mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh ibu dan lingkungan sekitarnya.

Peran Orang Tua Untuk Anak

Selain membutuhkan asupn gizi dan nutrisi yang cukup, peran orang tua juga penting untuk proses kembang anak. Karena pada usia 1 sampai 2 tahun anak mengalami perkembangan yang sangat pesat sekali, sehingga banyak hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, seperti :

  1. Pahami emosional anak terlebih dahulu

Pada masa ini anak mengalami perkembangan emosional yang sangat pesat seperti dalam segi prilakunya yang sekmakin kompleks dan menantang. Anak pada usia ini sudah mulai bisa membantah jika dia tidak menginginkan sesuatu, hal ini sangat wajar dan baik, karena dari sini si anak belajar untuk mengambil keputusan sendiri.

Baca Juga:  Menumbuhkan Sikap Percaya Diri Pada Anak Yang Memiliki Sifat Pemalu

Selain mulai membantah, anak pada usia ini juga mulai mengerti dengan kepemilikan sendiri. Disini bunda dituntut untuk berperan dalam mengajarkan anak untuk berbagi dengan sesamanya, karena pada masa ini biasanya anak kerap tidak mau berbagi. Kecemburuan yang dimiliki oleh anak usia 1-2 tahun ini pun cukup tinggi, karena pada masa ini anak merasa dirinya adalah pusat perhatian dan menginginkan segala sesuatu berjalan dengan keinginannya. Peran orang tua untuk mengolah rasa cemburu yang dimiliki anak dapat membantu perkembangan emosional anak dimasa dewasa.

  1. Pahami Rasa ketakutan anak dan Dukung anak menjadi pemberani

Di Usia 1 sampai 2 tahun anak mulai mempunyai rasa takut terhadap sesuatu. Rasa ini merupakan salah satu proses perkembangan yang muncul pada anak pada saat anak akan memulai pengalaman barunya dalam menghadapi bahaya di lingkungan tersebut.

Proses ini sangat bagus karena dapat membyuat anak berani dalam menghadapi berbagai masalah dimasa mendatang. Peran orang tua sangatlah penting untuk memberikan semangat dan rasa keberanian terhadap anak. Perkenalkan anak dengan berbagai macam benda dan lingkungan sekitar dan biartkan anak untuk memulai hal-hal yang baru guna membantu rasa keberanian tersebut.

  1. Bantu anak dalam mengembangkan kreativitasnya

Dalam membantu mengembangkan kreativitas anak orang tua harus sabar dan harus tau bagaimana cara menghadapi anak dengan baik. Prilaku aktif anak merupakan salah satu emosional yang ditunjukkan dalam membangun kreatifitasnya, contohnya seperti merobek kertas, menghambur-hamburkan barang serta mainan , hingga mencorat-coret tembok.

Disinilah orang tua berperan aktif dalam perkembangannya yaitu bisa dengan cara memperhatikan, mendengarkan dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan perasaannya tanpa harus dimarahidan membuat anak malu, akan tetapi ajak anak untuk berbicara atau bercerita.

Baca Juga:  Kebiasaan Memarahi Anak Berdampak Buruk Terhadap Masa Depan?

Anda juga bisa dengan memberikan pujian  dan pengakuan terhadap apa yang dilakukan oleh anak, menciptakan rasa nyaman dan aman ketika sedang bersamanya, menciptakan suasana lingkungan seakan-akan kita mendukung anak secara penuh serta hindari membanding-bandingkan anak dengan anak lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here