Mungkin bagi sebagian orang ADHD adalah sebuah istilah asing ditelinga, karena biasanya orang mengenal ADHD dengan istilah hiperaktif. ADHD atau attention deficit hyperactivity merupakan sebuah gangguan prilaku umum yang menyerang jutaan anak-anak secara jangka panjang hinga gejalanya bisa berlanjut sampai dewasa. Gangguan ini biasanya dialami anak dengan gangguan belajar dan mereka susah dimengerti, sehingga tak jarang ada beberapa orang menyebutnya sebagai autis. Namun sebenarnya ini sangatlah berbeda.

Lantas apa saja gejala-gejala dari penyakit ADHD?

Adapun gejala-gejala yang terjadi pada anak yang menderita ADHD biasanya terlihat sejak dini, dan akan semakin terlihat ketika sang anak mulaibelajar bersosial dengan lingkungan yang baru. Salah satunya ditandai dengan sulitnya untuk berkonsentrasi,cenderung ingin diperhatikan, pelupa, tidak suka diatur, cenderung menghindari suatu pekerjaan yang mengharuskan berfikir, hiperaktif serta implusif.

Anak yang memiliki penyakit ADHD biasanya cenderung memberontak ketika diberikan sebuah aturan yang bersipat disiplin serta gampang untuk gelisah. Mereka juga tampak selalu bersemangat, berlebihan dalam bicara, namun tidak mau mengantri atau cenderung terburu-buru tanpa memikirkan konsekuensi yang akan diterimanya. Selain itu mereka juga cenderung mengganggu orang lain dan tidak dapat mengikuti kegiatan atau aktivitas dengan tenang.

Gejala ini biasanya terdeteksi pada anak usia sekitar 6 sampai 12 tahun, ketika mereka mulai memasuki usia sekolah dan mulai bersosialisasi dengan lingkungan yang mengikat. Dan biasanya gejala ini lebih mudah ditemukan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan karena laki-laki lebih cenderung terbuka dalam mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Penyebab terserangnya ganguan ADHD

Adapun penyebab dari ADHD yang sampai saat ini pun belum diketahui secara pasti. Namun menurut beberapa penelitian menunjukkan tentang adanya beberapa resiko terserang gangguan ADHD seperti faktor keturunan, kurangnya perhatian, kelainan pada sistem saraf, adanya tekanan atau stress ketika kehamilan, banyak mengkonsimsi rokok serta kelahiran dengan bobot yang kurang atau prematur.

Baca Juga:  3 Manfaat DHA yang Baik Untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Nah, inilah langkah-langkah untuk menangani anak yang mengalami ADHD

Walaupun kondisi ini tidak bisa disembuhkan sepenuhnya secara menyeluruh, namun hal ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat dari dokter serta melakukan terapi psikologi, terapi prilaku serta terapi sosial.

Adapun beberapa pengobatan secara alternative yaitu dengan membiasakan anak untuk berolahraga yang berkaitan dengan konsentrasi seperti olahraga yoga, renang, atau dengan permainan yang berhubungan dengan konsentrasi seperti egrang, tebak tebakan, loncat tali dan permainan lainnya.

Selain itu anda juga bisa dengan cara mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula, namun berikanlah makanan yang banyak mengandung omega-3, karena sangat dibutuhkan untuk kerja otak.

Tak lepas dari tiu semua, maka perhatikanlah sikap dan perilaku si kecil ketika dirumah maupun diluar rumah. Kenali gejala-gejalanya sedini mugkin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here