Herd Imunity : Pengertian serta dampaknya bagi umat manusia!

  • 3 min read
  • Mei 19, 2020
herd immunity

Belakangan ini istilah herd imunity yg ramai dibicarakan. Herd imunity atau kekebalan kelompok disebut-sebut bisa jadi salah satu cara untuk menghentikan pandemi virus Corona. bahkan akhir bulan yang lalu keyword ini pernah jadi trending di Google. Pro kontra tentang istilah inipun telah banyak beredar, baik di meja diskusi atau di media sosial.

Apa itu herd imunity?

Herd imunity atau kekebalan kelompok merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat kebal terhadap suatu penyakit, dengan begitu maka virus akan sulit menemukan inang untuk berkembang.

Hingga pada akhirnya penyakit tersebut bisa dihentikan penyebarannya. Untuk kekebalan kelompok sendiri bisa terbentuk dengan dua cara :

  1. Dengan menggunakan vaksin

Dimana dengan memberikan vaksinasi seseorang dapat menjadi kebal terhadap sebuah penyakit.

  1. Dengan cara alami

Cara alami adalah dengan semakin banyak orang yang terpapar virus dan mereka berhasil sembuh. Maka mereka akan kebal terhadap virus yang sama, akhirnya penyebaran virus akan terhenti secara alamiah. Berapa banyak orang yang harus terpapar untuk menciptakan kondisi ini, sangat bergantung pada seberapa menularnya sebuah patogen. Dalam upaya menekan penyebaran pandemi virus Corona ini. Opsi penggunaan vaksin masih belum bisa dilakukan, hal itu karena vaksin terhadap virus ini masih belum resmi beredar di publik. WHO (World Health Organitation) sendiri yang telah mengklaim kalau mereka sudah berhasil menemukan vaksin Covid-19, tapi agar bisa beredar di publik, vaksin itu harus melewati uji klinis serta persetujuan keamanan terlebih dahulu. dan dibutuhkan waktu kurang lebih 18 bulan untuk melakukan hal ini. Tapi sementara menunggu, kasus covid-19 terus bertambah secara global, sehingga muncul wacana dari beberapa negara seperti Belanda, Swedia dan Inggris yang berencana menerapkan herd imunity dengan cara alami. Tentunya ini merupakan wacana yang mengerikan, karena alih-alih membatasi penyebaran virus ini. Akan tetapi virus dibiarkan menyebar hingga menginfeksi sebagian besar dari penduduknya. Dengan kata lain sebuah negara akan membiarkan jika banyak korban meninggal akibat pandemi ini. Karena menurut seorang Kepala Penasehat Bidang Sains di Inggris, dibutuhkan 60-70% penduduk yang terinfeksi dari total populasi untuk mencapai herd imunity. Dimana akhirnya ketiga negara tersebut membatalkan niatnya, lantaran resikonya yang terlalu besar.

Baca Juga:  Kebiasaan Ini Bisa Menyebabkan Gangguan Fungsi Ginjal

Berbicara tentang herd imunity atau kekebalan tubuh, mungkin akan muncul pertanyaan “Pernahkah ada wabah yang hilang karena herd imunity atau kekebalan kelompok yang terbentuk secara alami? Pada tahun 2015 di Brasil, virus Zika pernah menggegerkan masyarakat disana. Penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk ini sangat berbahaya terutama bagi janin. Namun di tahun 2017, setelah melalui tes darah pada sekitar 63% dari penduduk disana, hasilnya virus ini sudah tidak lagi berbahaya karena mereka sudah terpapar virus tersebut. Dan akhirnya penyebaran penyakit tersebut terhenti. Namun meskipun sudah ada contoh kasus dimana herd imunity atau kekebalan kelompok ini terbukti berhasil. Tapi ini bukan strategi yang tepat bagi Indonesia untuk menangkal penyebaran covid-19. Beberapa alasan yang mendukung argumen ini diantaranya :

  1. Profesor epidemiologi penyakit menular University Of Edinburgh Mark Woolhouse menyebut “Pengetahuan para ahli terkait virus Corona masih sangat minim, masih belum diketahui juga butuh berapa lama antibodi yang terbentuk di tubuh manusia agar mampu menghadapi virus ini.”
  2. Juru Bicara Pemerintah penanganan kasus covid-19 Achmad Yulianto menegaskan “Pasien yang pernah positif korona dan sudah sembuh masih bisa tertular kembali.”

Hal ini terbukti dari laporan presiden rumah sakit Tongji, Wang Wei yang menyatakan hasil tes 5 orang pasien pengidap covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, kini kembali dinyatakan positif.

Kemudian Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menilai jika strategi herd imunity secara alami diterapkan maka akan meningkatkan jumlah korban meninggal karena adanya pembiaran penyebaran virus di masyarakat. Menurut mereka tidak hanya orang tua saja yang rentan terhadap penyakit ini, orang muda pun tak kalah resikonya.

Baca Juga:  Apakah Multivitamin Baik Untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya

“Dampak Herd Imunity adalah peningkatan jumlah kematian.

Kematian massal ini bisa terjadi di kelompok usia produktif sehingga mengakibatkan hilangnya sebuah generasi.”

Apalagi bila mengingat fasilitas kesehatan kita yang belum memadai, strategi herd imunity atau kekebalan kelompok ini justru akan melemahkan ketahanan bangsa kita dalam menghadapi virus Corona ini.

Jadi intinya strategi kekebalan kelompok atau herd imunity ini sangat tidak cocok untuk diterapkan di bangsa kita. Solusi tepat bagi masyarakat Indonesia saat ini adalah stay at home, social distancing dan physical distancing harus tetap dilakukan, sehingga jumlah penduduk yang tertular penyakit bisa ditekan sampai pandemi ini berakhir atau vaksinnya ditemukan.

Jangan lupa pakai masker kalau terpaksa harus berpergian.

Pin It on Pinterest

Share This

Share Artikel Ini.