Bakteri Pencernaan Anak, Bakteri Baik untuk Kesehatan Saluran Cerna Si Kecil

Discussion in 'Kesehatan Anak' started by Hana, Dec 18, 2018.

  1. Hana

    Hana New Member

    [​IMG]

    Bakteri adalah sekumpulan atau sekelompok makhluk hidup yang memiliki ukuran sangat kecil dan bersel tunggal. Untuk dapat melihat makhluk kecil ini, harus dibantu dengan menggunakan alat mikroskop. Bakteri bisa hidup di mana saja, bahkan dalam tubuh manusia pun terdapat beberapa jenis bakteri. Mungkin Bunda juga sudah mengetahui jika dalam tubuh manusia ada dua kelompok bakteri, yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Salah satu bakteri baik yang ada dalam tubuh adalah bakteri pencernaan anak.

    Bunda pasti paham betul jika salah satu makanan olahan susu seperti yogurt merupakan jenis makanan yang mengandung bakteri pencernaan anak yang baik. Bakteri pada yogurt mampu menghalau pertumbuhan bakteri jahat dan menjaga kesehatan sistem pencernaan anak. Bakteri baik seperti bakteri pencernaan juga terbagi menjadi dua, yakni prebiotik dan probiotik. Lalu, apakah perbedaan antara probiotik dan prebiotik? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

    Probiotik merupakan jenis minuman, makanan, ataupun suplemen yang memiliki kandungan bakteri hidup. Dalam sebuah penelitian disebutkan jika probiotik mampu menimbulkan perubahan lingkungan pada saluran pencernaan. Bukan hanya itu probiotik juga dikenal dapat memberikan manfaat yang positif untuk kesehatan sistem pencernaan. Untuk jenis bakteri pencernaan di antaranya adalah Bifidobacterium.

    Sedangkan untuk pengertian prebiotik adalah makanan, suplemen, atau minuman yang mengandung komponen tidak dapat dicerna sistem pencernaan manusia, namun tetap bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan bakteri probiotik di sistem pencernaan. Pada umumnya prebiotik berbentuk oligosakarida atau lebih mudah disebut karbohidrat sederhana yang terdapat dalam ASI secara alami. Contohnya prebiotik oligosakarida kedelai dan laktosa.

    Pada bayi yang baru lahir masih memiliki saluran cerna yang steril tanpa adanya bakteri. Faktor proses persalinan, usia kehamilan saat melahirkan, serta makanan yang dikonsumsi oleh Bunda dan bayi yang akan mempengaruhi perkembangan bakteri dalam susu bayi. Untuk bayi yang lahir prematur atau melalui proses cesar serta telah terpapar antibiotik biasanya memiliki kombinasi bakteri pencernaan yang kurang baik. Begitupun dengan bayi yang mendapatkan susu formula memiliki jumlah probiotik lebih sedikit pada usus dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI ekslusif.

    Kehadiran bakteri pencernaan anak berpengaruh penting terhadap sistem kekebalan tubuhnya kelak. Jika jumlah komposisi bakteri baik dan jahat tidak seimbang, maka akan rentan terhadap penyakit yang menyerang sistem pencernaan dalam tubuh balita. Bukan hanya itu, risiko munculnya penyakit lain seperti alergi maupun autoimun dapat juga terjadi akibat keadaan tersebut. Mengingat pentingnya bakteri pencernaan pada kesehatan balita, penting bagi Bunda untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh balita. Jika tidak kesehatan saluran cerna anak yang akan menjadi taruhannya. Jika saluran pencernaan tidak sehat, maka akan berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Bakteri baik atau probiotik dalam sistem pencernaan dipercaya mampu mencegah datangnya diare pada balita. Diare bisa saja disebabkan oleh virus maupun penggunaan antibiotik yang dapat mengubah susunan bakteri dalam sistem pencernaan balita. Selain itu bakteri pencernaan anak juga mampu mencegah datangnya alergi. Probiotik juga mampu menurunkan tingkat dermatitis atopik pada anak.

    Meskipun memiliki manfaat yang sangat penting bagi sistem pencernaan balita, Bunda juga wajib memperhatikan jumlah komposisi makanan yang mengandung bakteri pencernaan anak sesuai dengan sistem kekebalan tubuh anak. Pastikan balita mengonsumsi susu yang mengandung lactobacillus rhamnosus, atau bisa juga mengonsumsi makanan olahan susu seperti yogurt dan lain sebagainya.
     

Share This Page