4 Penyakit Yang Disebabkan Oleh Debu!

Discussion in 'Kesehatan Umum' started by Hana, Aug 14, 2019.

  1. Hana

    Hana New Member

    [​IMG]

    Debu ada dimana-mana. Padahal kamu baru saja membersihkannya, dia muncul lagi di rumah. Meja, kursi, lemari, sofa, tirai, jendela, pintu dan lain-lain. Tidak mungkin kita memasang tulisan “debu dilarang masuk” ke rumah. Partikel-partikel kecil ini bisa dengan mudah masuk lewat celah-celah pintu, jendela, menempel di pakaianmu dan lain sebagainya. Apalagi kalau kamu tinggal di ibukota Indonesia yang rawan debu. Kalau dibiarkan, dia bisa menimbulkan sakit penyakit. Untuk itulah kamu butuh jasa vacuum debu tungau Jakarta terpercaya, Dust Patrol.

    Asal Debu

    Debu adalah partikel-partikel halus yang bisa terbang ditiup angin dari luar rumah ke dalam rumah. Mereka berasal dari alam, pabrik-pabrik atau industri pertukangan lainnya seperti serpihan kayu, besi, serbuk sari, asap rokok dan lain sebagainya. Namun bisa juga partikel ini dihasilkan sendiri di dalam rumah seperti kulit mati manusia, bulu hewan, potongan kuku dan masih banyak lagi. Kandungan debu bisa zat organik maupun non organik yang bisa membahayakan kesehatan jika tidak dibersihkan.

    Selain partikel-partikel di atas, ada satu lagi serangga yang senang tinggal di dekat debu plus membahayakan kesehatan. Nama serangga ini adalah tungau. Tungau ini tidak disadari oleh keberadaannnya lantaran ukurannya yang sangat kecil. Namun protein pada tungau ini bisa menyebabkan alergi, serangan asma dan gangguan pada sistem pernafasan di tubuh. Dan dimanakah dia tinggal, di tempat manusia sering menghabiskan waktunya seperti tempat tidur, sofa dan karpet.

    Mudahkan debu dibersihkan?
    Debu itu sulit dibersihkan. Kamu harus menggunakan cara membersihkan yang tepat. Misalkan, jangan menggunakan lap kering atau tissue karena hanya memindahkan debu itu sendiri.Selain cara membersihkan yang benar, debu-debu ini suka menempel di tempat-tempat yang sulit dijangkau atau terlupakan. Sebut saja kaki lemari, sudut meja, kolong tempat tidur, tirai dan plafon.

    Kamu mungkin berpikir kalau peralatan membersihkan seperti vacuum cleaner bisa menyelesaikan masalah. Sayangnya tidak. Salah membeli mesin penyedot debu malah menyebabkan debu tersebar lebih jauh. Belum lagi, jika vakum cleaner tidak cukup kuat, maka tungau-tungau tidak bisa disedot dengan baik.

    Penyakit akibat terlalu banyak debu

    Siapa orang-orang yang paling menderita akibat debu-debu di rumah. Tentu anggota keluarga yang masih kecil seperti bayi dan anak yang kecil. Mereka banyak merangkak dan berjalan. Selain itu mereka juga belum mengerti tentang kebersihan. Jadi bisa saja mereka memasukkan apapun yang berdebu ke dalam mulut. Lebih parahnya, debu-debu ini menyebabkan anak menderita penyakit gangguan pernafasan sekalipun tidak ada keturunan dari kedua orang tuanya.

    Tanpa basa basi lagi, inilah 4 penyakit akibat debu

    1. Dermatitis
      Penyakit Dermatitis adalah sejenis penyakit kulit di mana warna kulit berubah jadi merah dan gatal. Dalam kondisi serius, dia akan menyebabkan kulit melepuh, mengeluarkan cairan dan mengelupas. Penyakit ini tidak menular tetapi kalau rasa gatal sudah berlebih, silahkan hubungi dokter untuk diberikan krim.

    2. Alergi debu
      Penyakit alergi disebabkan adanya reaksi dari antibodi untuk melawan zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Dalam hal ini adalah debu. Sebenarnya hidung bisa menyaring debu-debu untuk masuk ke tubuh. Sayangnya kadang debu itu terlalu kecil sehingga tidak kesaring masuk ke organ dalam tubuh. Banyak sekali obat-obatan untuk menyembuhkan alergi namun tetap lebih baik pencegahan dibanding pengobatan seperti dengan teratur membersihkan rumah.

    3. Asma
      Kotoran-kotoran yang dikeluarkan oleh tungau juga bisa menyebabkan serangan asma. Apalagi kalau kondisi cuaca terlalu berangin atau bersih-bersih rumah. Sebaiknya orang asma yang ingin membersihkan rumah, mengenakan masker. Jadi pastikan jangan membuka jendela rumah saat banyak polusi udara dan bersihkanlah rumah.

    4. Gangguan perkembangan otak
      Seperti yang sudah dijelaskan, debu rumah bisa saja mengandung zat non organik yang berbahaya. Salah satunya adalah PBDES (Polybrminated Diphenylethers). Zat ini digunakan untuk mengurangi resiko kebakaran pada perabotan, kain maupun karpet. Namun dia juga memiliki potensi meracuni kita dan mengganggu perkembangan otak serta hormon.

    Membersihkan debu di rumah
    Sudah lama tidak membersihkan debu di rumah? Saatnya singsingkan lengan baju dan mulai beraksi.
    1. Buanglah barang-barang yang tidak lagi digunakan. Debu-debu sering menempel di barang-barang seperti buku, peralatan memasak, kardus-kardus dan juga perabotan. Saatnya buang barang dari dalam rumah dan gudang untuk mengurangi debu.

    2. Ganti karpet dengan lantai keramik atau yang lebih mudah dibersihkan. Lantai karpet memang memberikan kehangatan dan empuk di kaki. Namun karpet juga sering mengoleksi debu di dalamnya bila jarang dibersihkan

    3. Pel lantai setiap hari.

    4. Bersihkan kain-kain yang tidak dipakai dengan air panas dan jemur di bawah terik matahari. Lalu taruhlah mereka dalam wadah terututp

    5. Pasangkan penutup kasur hypoallergic

    6. Gunakan mesin penyedot debu berkualitas yang bisa mengangkat tungau-tungau dari tempat persembunyiannya dan tidak kembali ke rumah.
    Ragu bisa membersihkannya sendiri? Gunakan saja jasa vacuum debu tungau jakarta seperti Dust Patrol. Mereka menawarkan paket-paket menarik untuk menjaga kebersihan rumahmu loh. Cari tahu saja di situs mereka.
     

Share This Page