Yuk, Ketahui Dampak Sering Marahi Anak dengan Berteriak

  • 2 min read
  • Okt 17, 2021
Yuk, Ketahui Dampak Sering Marahi Anak dengan Berteriak

Yuk, Ketahui Dampak Sering Marahi Anak dengan Berteriak

Yuk, ketahui dampak sering marahi anak dengan berteriak – Namanya seorang anak kecil tentu sering membuat ulah atau kesalahan secara sengaja maupun tidak. Hal ini membuat orangtua merasa kesal dan langsung memarahi atas ulah anaknya. Namun, apabila anak sering dimarahi secara berteriak, maka akan menyebabkan nggangguan pada kesehatan dan psikolog.

Mendidik dan membesarkan anak adalah salah satu kewajiban bagi orangtua. Tentu anak harus dijaga dengan sebaik-baiknya agar masa depan lebih cerah. Namun, apabila orangtua punya masalah yang sedang dialami, terkadang anak menjadi bahan lampiasan untuk meluapkan emosi pada saat anak melakukan kesalahan atau sulit diperintah.

Selain itu, melakukan disiplin terhadap anak dengan cara keras maupun bicara terlalu keras, tentu bukannya akan akan semakin baik atau menurut melainkan prilaku anak menjadi sebaliknya dan dapat mengganggu psikolog anak.

Dampak Sering Marahi Anak

Dampak Sering Marahi Anak

Yuk, ketahui dampak sering marahi anak dengan berteriak agar para orangtua bisa merubah sikap yang lebih baik pada anak, diantaranya:

Perilaku Anak Semakin Buruk

Perilaku anak semakin buruk merupakan salah satu akibat orangtua dampak sering marahi anak dengan berteriak dengan sengaja maupun tidak. Pasalnya, ketika orangtua mendidik anak dengan cara berteriak atau memarahi pada saat membuat kesalahan, maka kesehatan anak akan tergangu dan berpikir negatif seperti melakukan perbuatan yang salah.

Tidak Percaya diri

Orangtua yang selalu melakukan kebiasaan berbicara atau manggil secara berteriak terus-menerus, akan menimbulkan tidak percaya diri pada anak. Biasanya mereka akan berpikir bahwa orangtuanya tidak menyayanginya.

Selain itu, ketika sedang bermain atau belajar disekola, anak akan sulit percaya diri pada saat dikasih pertanyaan maupun melakukan perbuatan yang baik. Mengapa demikian? Sebab psikolog anak sedang terganggu dan rasa takut dimarahi oleh gurunya maupun diejek teman.

Mengganggu Kesehatan Mental

Dampak sering marahi anak dengan berteriak dapat mengganggu kesehatan mental. Anak akan stres dan tidak betah dirumah, apabila orangtuanya sering memarahinya.

Sebagai contoh, misalkan ada seorang anak sedang nonton tv berjam-jam, tiba-tiba orangtua tersebut melihat anak nonton terus, tidak membantu beres-beres rumah atau keadaan orangtua sedang ada masalah dengan kondisi tingkat emosinya sangat tinggi.

Maka secara tak sengaja orangtua akan memarahi anak secara berteriak akibat luapan emosi yang tak bisa terbendung.

Jika ini terjadi, anak akan merasakan sakit hati, depresi, takut sama orangtua, sering melamun, takut melakukan perbuatan yang baik dan kejadian akan terbayang selamanya.

Mengganggu Kesehatan Fisik

Selain mental, dampak sering marahi anak dengan berteriak yaitu dapat mengganggu kesehatan fisik pada anak. Kemarahan orangtua yang begitu besar pada anak, mereka akan hilap dan melakukan kekerasan verbal, seperti menampar, memukul, menjewer, dan lainnya, sehingga bisa menyebabkan anak akan mengalami sakit punggung, sakit kepala, sakit leher dan sebagainya.

Maka dari itu, hindari melakukan kekerasan verbal pada anak ketika Anda sedang marah besar. Kasihan anak Anda, karena mereka adalah orang yang pertama mendukung dan melindungi Anda dimasa tua.

Menghilangkan Rasa Hormat

Anak bisa menghilangkan rasa hormat pada orangtua ketika mereka penuh beban pikiran akibat dampak sering marahi anak dengan berteriak. Mereka akan malas ketika disuruh oleh orangtua dan tidak mau membantunya.

Jaga anak Anda dengan sebaik-baiknya. Hindari marahi anak dengan berteriak, tapi lakukan dia dengan penuh kasih sayang dan beri pengertian apabila melakukan kesehatan. Sehingga anak akan menjadi pintar, sholeh dan penurut.

Baca Selanjutnya: Ini Akibat Dampak Bertengkar di Depan Anak

 

Post Terkait :

2 thoughts on “Yuk, Ketahui Dampak Sering Marahi Anak dengan Berteriak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *