Telur merupakan salah satu makanan yang mengandung protein tinggi sehingga sangat dibutuhkan oleh tubuh dan baik untuk dikonsumsi, baik oleh bayi maupun oleh orang dewasa. Seorang pakar gizi mengatakan bahwa terdapat 90% kandungan kalsium, zat besi dan mineral dalam telur, terutama dalam kuning telur.

Selain kalsium, zat besi dan mineral, telur pun mengandung protein yang tinggi serta vitamin A, vitamin B6, ribovlafin, asam folat, kalium, kalsium dan fosfor. Oleh karena itu telur sangat baik dikonsumsi oleh bayi untuk memenuhi asupan gizi dan nutrisi dalam proses tumbuh kembang bayi.

Untuk pemberian telur kepada bayi sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berusia 6 bulan, sama halnya dengan MPASI lainnya. Jika terjadi perubahan atau alergi, sebaiknya bunda menunda pemberian telur pada bayi sampai bayi berusia 1 tahun.

Banyaknya kandungan protein dan vitamin dalam telur membuat telur sangat baik jika diberikan kepada bayi. Namun dalam pemberian telur kepada bayi, bunda harus ekstra hati-hati, karena jika bunda lalai dalam pemberiannya, maka akan berakibat fatal.

Oleh karena itu Sebelum Bunda memberikan telur kepada si Kecil, sebaiknya Bunda perhatikan hal-hal berikut :

  1. Berikan telur kepada bayi setelah berusia 6 bulan

Sebaiknya berikan telur pada bayi setelah usia bayi 6 bulan sama halnya dengan pemberian MPASI lainnya. Hal ini karena sistem pencernaan yang dimiliki bayi belum sempurna dan belum siap untuk menerima makanan lain selain ASI atau susu formula.

Selain pada sistem pencernaan, tenggorokan bayi dibawah usis 6 bulan belum bisa menelan dengan sempurna sehingga dapat menyebabkan bayi tersedak serta mempengaruhi sisten pencernaan lainnya.

  1. Hati-hati putih telur salah satu penyebab alergi

Meski mengandung banyak nutrisi, vitamin dan protein, telur juga bisa jadi sumber masalah bagi orang yang menderita alergi. Oleh sebab itu, hindari pemberian putih telur terhadap bayi sebelum bayi berusia 1 tahun. Sebaiknya berikan kuning telur terlebih dahulu kepada menu makanan sang bayi, karena bisa saja putih telur adalah sumber alergi bagi si kecil.

  1. Kenali gejala alergi telur
Baca Juga:  Pure Buah Alpukat dan Jeruk Untuk Bayi

Penting untuk mengenali gejala alergi terhadap telur pada bayi. Ada beberapa gejala yang ditunjukkan sang bayi ketika mengalami alergi, seperti merasa gatal dihidung yang disertai dengan mengalirnya cairan dari hidung, merasa gatal pada bagian mata dan mata berair serta terdapat ruam merah dan bengkak pada tubuh.

  1. Pastikan telur sudah matang

Untuk memberikan telur kepada bayi, sebaiknya pastikan dulu kalau telur memang sudah benar-benar matang. Jangan sampai bunda memberikan telur setengah matang kepada bayi, karena telur setengah matang terdapat bakteri salmonela yang mungkin belum mati, sehingga sangat berbahaya untuk bayi dan ibu hamil. Bakteri salmonela ini hanya akan mati pada suhu panas, yaitu 71 derajat celcius.

  1. Tetap waspada pada telur mentah yang tersembunyi

Untuk beberapa produk makanan ada yang menggunakan bahan telur mentah sebagai bahan utama, seperti mayoneis dan eskrim. Sebaiknya hindarkan si bayi dari mengkonsumsi makanan ini karena dapat mengganggu kesehatan.

  1. Membatasi konsumsi telur pada bayi

Melihat anak lahap makan memang sebuah kesenangan yang dirasakan oleh setiap hati orang tua. Namun tahukah bunda, bahwa pemberian telur dalam jumlah yang banyak dapat mengganggu kesehatan bayi ? Oleh sebab itu batasi pemberian telur pada bayi. Sebaiknya berika 1-2 telur pada bayi setiap minggunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here