Yuk, Baca Hasil USG Kehamilan!

Hasil dari USG kehamilan kerap kali membuat kita merasa tegang serta mengharukan. Belum lagi mereasa bahagia karena melihat perkembangan juga bertumbuhan janin yang ada di dalam kandungan setiap minggunya. Bahkan perasaan takut terjadinya kelainan pada si jabang bayi akan Anda rasakan.

Akan tetapi, tidak sedikit para ibu hamil yang merasa bingung dalam membaca sejumlah istilah asing yang memang tertera di dalam print out hasil pemeriksaan USG. Walaupun dokter telah menjelaskan secara detail foto USG, terkait pertumbuhan serta perkembangan janin yang ada di dalam kandungan, namun terkadang perjelasan tersebut akan terlupakan di kemudian hari.

Pada hasil pemeriksaan USG, ternyata bukan hanya ada gambar janin, namun juga terdapat sejumlah table atau bahkan angka-angka yang telah di ukur dari pengukuran dokter terkait tungkai lengan, kaki bahkan kepala. Dan itu semua mampu menghasilkan rumus yang memang menunjukkan berat badan janin. Nah, sebenarnya hasil dari pemeriksaan USG ini tidak di tujukan bagi orang awam, dan hanya dokter yang mampu membaca itu semua.

Lantas, bagaimana cara membaca hasil USG kehamilan? Bagi Anda yang memang ingin mengetahui lebih jauh mengenai USG, dr Febriansyah Darus, SpOG dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta membeberkan rahasianya.

Walaupun demikian, agar Anda tidak penasaran, berikut ini ada beberapa istilah umum yang memang ada di dalam foto hasil USG.

Di bagian kolom atas:

  1. LMP (last menstrual period): hari pertama haid terakhir
  2. EDD (LMP): taksiran persalinan berdasarkan tanggalan menstruasi
  3. GA (Gestational Age): hal ini menunjukkan perkiraan dari umum kehamilan, yang dilihat berdasarkan dari panjang tungkai lengan, tungkai kaki, atau bahkan diameter kepala. Jika salah stau dari GA yang berada di dalam foto USG ini menunjukkan besaran yang memang tidak normal, maka dokter bisa langsung mendeteksi sebagai kelainan. Terutama adanya GA di bagian kepala.

Bagian kolom Fetal Biometry

  1. BPD: Biparietal diameter. Ini merupakan bagian tulang pelipis bagian kanan serta bagian kiri. Bahkan bisa juga digunakan sebagai alat pengukur janin di trimester kedua juga ketiga.
  2. HC: Head Circumferencial atau lingkaran kepala
  3. AC: Abdominal Circumferencial. Ukuran lingkaran perut bayi. Jika AC dikombinasikan dengan BPD, maka akan menghasilkan perkiraan dari berat badan bayi atau janin yang ada di dalam kandungan.
  4. FL: Femur Length. Merupakan ukuran panjang tulang di bagian paha bayi.
  5. FW: Fetal weight atau berat janin yang ada di dalam kandungan.

Nah, itulah beberapa istilah umum yang ada di dalam kolom hasil USG. Jika seperti itu, apa saja yang di periksa saat USG? Berikut uraiannya:

  1. Konfirmasi kehamilan. Embrio yang ada di dalam kantung kehamilan mampu di lihat di awal kehamilan 5 ½ minggu, setelah itu, umumnya detak jantung janin yang ada di dalam kandungan akan diketahui di usia 7 minggu.
  2. Mengetahui usia kehamilan
  3. Menilai pertumbuhan serta perkembangan janin yang ada di dalam kandungan.]
  4. Masalah dengan plasenta. USG juga bisa menilai serta mengetahui kondisi atau keadaan plasenta yang ada di dalam kandungan, apakah di dalam kandungan terdapat masalah atau tidak.
  5. Adanya kehamilan kembar. Dengan dilakukannya pemeriksaan USG, maka bisa mengetahui apakah ada satu atau bahkan lebih fetus di dalam rahim.
  6. Mengukur cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban juga bisa dinilai dengan melakukan USG, sehingga jika adanya masalah ketika kandungan kelebihan cairan ketuban atau bahkan terlalu sedikit bisa secepatnya terdeteksi.
  7. Adanya kelainan letak janin.
  8. Mengetahui jenis kelamin bayi.

Related Posts

Share This