Waspadai Penyebab Kontraksi Palsu Saat Hamil

Secara umum kontraksi merupakan tanda atau gejala mendekati proses persalinan. Pada saat terjadi kontraksi, rahim akan meregang dan mengecil. Ketika rahim menyusut maka akan menyebabkan serviks terbuka sehingga bayi dari dalam rahim akan terdorong keluar. Tapi tahukah Anda bahwa kontraksi tidak hanya terjadi menjelang persalinan. Pada beberapa kasus banyak yang mengalami kontraksi saat hamil sebelum mendekati waktunya persalinan.

Kontraksi palsu atau Braxton-Hicks pada umumnya terjadi saat kehamilan memasuki usia 32-34 minggu. Biasanya kondisi tersebut terjadi setiap 30 menit sekali dan berlangsung selama 30 detik. Gejala yang akan dirasakan oleh ibu hamil ketika kontraksi yaitu kram perut seperti sedang menstruasi. Pada beberapa kasus, kontraksi palsu dapat terjadi ketika kehamilan memasuki usia 20 minggu atau trimester kedua.

Berikut Beberapa Penyebab Kontraksi Palsu Yang Perlu Anda Hindari

  1. Berada dalam 1 posisi terlalu lama

Salah satu penyebab kontraksi palsu pada ibu hamil yaitu terlalu lama berada dalam 1 posisi yang sama. Yang dimaksud di sini adalah ibu hamil terlalu lama berdiri atau duduk. Hal ini tentunya membuat otot-otot di sekitar rahim menjadi tegang sehingga memicu terjadinya kontraksi. Maka dari itu ibu hamil tidak dianjurkan untuk berdiri ataupun duduk terlalu lama. Selain memicu kontraksi, kebiasaan tersebut juga bisa mengakibatkan varises pada ibu hamil.

  1. Kekurangan cairan

Pada waktu hamil sangat dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan mengkonsumsi air putih minimal 2 liter setiap hari. Kekurangan asupan cairan menjadi salah satu pemicu kontraksi palsu pada waktu hamil.

  1. Berhubungan intim

Berhubungan intim akan memicu kontraksi palsu pada ibu hamil. Hal ini karena otot-otot di sekitar rahim akan melunak ketika terjadi induksi atau rangsangan. Untuk mencegah dampak negatif pada janin sebaiknya Anda tidak terlalu sering melakukan hubungan intim pada waktu hamil.

  1. Pergerakan bayi

Kontraksi sebelum memasuki waktunya persalinan bisa diartikan sebagai tanda-tanda janin aktif bergerak. Kondisi tersebut menandakan bahwa janin dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Untuk lebih jelasnya Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

  1. Kecapean

Ahli kesehatan menyarankan supaya ibu hamil tidak banyak bergerak atau beraktivitas terlalu berat. Hal ini karena bisa berdampak terhadap kesehatan dan janin di dalam kandungan. Aktivitas yang terlalu berat bisa memicu terjadinya kontraksi. Meskipun kontraksi palsu pada umumnya tidak berbahaya, namun kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kondisi janin di dalam kandungan.

  1. Stimulasi payudara

Pada waktu hamil jangan pernah melakukan stimulasi pada payudara terutama pada bagian puting.hal ini karena stimulasi di area tersebut bisa merangsang produksi hormone oksitosin yang mengakibatkan kontraksi. Jika Anda merasakan kontraksi setelah adanya stimulasi pada payudara maka jangan heran dan sebaiknya hal tersebut dihindari untuk mencegah kemungkinan buruk terjadi.

Nah, itulah penyebab kontraksi palsu yang perlu Anda hindari. Kontraksi palsu yang berlangsung cukup lama dan mengakibatkan sakit yang luar biasa hendaknya segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik.

Related Posts

Share This