Waspadai Penyebab dan Bahaya Preeklamsia Pada Ibu Hamil

Semua orang tentunya menginginkan kehamilan yang sehat tanpa gangguan apapun. Namun harapan tersebut terkadang tidak sepenuhnya terwujud. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan pada waktu hamil. Salah satunya yaitu preeklamsia pada ibu hamil yang bisa membahayakan perkembangan janin.

Preeklamsia tidak bisa dianggap sepele karena hal ini menjadi salah satu penyebab kematian pada kehamilan. Hal ini karena secara tidak langsung tekanan darah tinggi pada waktu hamil bisa mempengaruhi kinerja dari organ tubuh yang lainnya seperti ginjal, otak, jantung bahkan paru-paru. Selain itu, preeklamsia pada kehamilan bisa mengakibatkan cacat dan kelahiran prematur.

Preeklamsia merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil akibat dari kelebihan protein di dalam urin. Meskipun penyebab secara pastinya belum diketahui dengan jelas, namun ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab preeklamsia. Berikut beberapa penyebab preeklamsia pada ibu hamil!

  • Faktor genetik

Salah satu penyebab preeklamsia pada kehamilan adalah faktor genetik atau keturunan. Apabila keluarga Anda mempunyai riwayat preeklamsia maka kemungkinan besar pada kehamilan pertama Anda akan mengalami kondisi tersebut.

  • Faktor makanan

Setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan berpengaruh terhadap kesehatan dan juga perkembangan janin di dalam kandungan. Kekurangan kalsium pada saat hamil menjadi salah satu pemicu timbulnya preeklamsia. Kalsium tidak hanya untuk kesehatan tulang, namun diperlukan untuk menjaga kestabilan tekanan darah.

  • Obesitas

Ibu hamil yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan sangat rentan terkena preeklamsia. Penumpukan lemak di dalam tubuh akan menghambat dan m,enekan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah terhambat. Dalam hal ini kinerja jantung akan semakin berat sehingga tekanan darah tidak terkontrol.

  • Penyakit pada gusi

Ibu hamil yang menderita penyakit gigi atau gusi sangat beresiko mengalami preeklamsia. Infeksi pada bagian gusi bisa memicu penyakit yang berhubungan dengan jaringan pendukung gigi dan akan menyebar melalui plasenta sehingga memicu preeklamsia.

Bahaya kehamilan preeklamsia yaitu bisa menghambat asupan nutrisi untuk janin. Hal ini karena preeklamsia bisa mengakibatkan pembuluh darah di uterus mengecil. Kondisi seperti ini tentunya akan berdampak terhadap tumbuh kembang janin. preeklamsia bisa menyebabkan berat badan janin rendah dan kelahiran secara prematur.

Pada kondisi yang lebih parah, preeklamsia bisa menyebabkan ibu hamil kejang-kejang dan bahkan koma. Nah, maka dari itu penting sekali bagi ibu hamil untuk menjaga keseimbangan tekanan darah pada waktu hamil dengan memperhatikan berbagai macam faktor, baik itu dari segi makanan ataupun kebiasaan dalam beraktivitas sehari-hari.

Untuk mencegah preeklamsia pada waktu hamil, konsumsilah makanan yang bergizi seimbang dan lakukan olahraga khusus ibu hamil secara teratur. Hal ini untuk menjaga keseimbangan sirkulasi darah dan kesehatan dari pembuluh darah.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517