Waspadai Gejala Migrain (Sakit Kepala) Pada Anak Usia Dini

Migrain tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun anak-anak juga bisa mengalami hal tersebut. Walaupun bukan masalah kesehatan yang cukup serius, akan tetapi migrain harus diwaspadai apabila terjadi pada anak-anak. Migrain merupakan penyakit neurologis berupa sakit kepala disertai gejala lain seperti mual, pusing dan lebih sensitif terhadap sentuhan. Kebanyakan orangtua mengabaikan gejala migrain yang terjadi pada anak-anak dan menganggapnya sebagai sakit kepala biasa.

 

Kondisi yang paling umum terjadi pada anak-anak yaitu disebabkan oleh sistem saraf yang tegang sehingga mengakibatkan mual, sakit kepala dan lebih peka terhadap cahaya. Terkadang migrain pada anak disertai dengan muntah-muntah dan sakit kepala. Migrain biasanya terjadi pada anak usia 12 tahun keatas, namun tidak menutup kemungkinan anak dibawah umur tersebut juga terkena migrain.

 

Migrain pada anak-anak tentunya akan berpengaruh terhadap aktivitas dan kualitas anak. pada dasarnya setiap gangguan kesehatan akan berdampak negatif bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Selain itu, gangguan kesehatan juga akan menghambat kegiatan sosial anak untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

Migrain pada anak-anak sama halnya dengan orang dewasa bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti stres. Selain itu, migrain pada anak juga bisa diakibatkan oleh infeksi sinus, gangguan kepribadian, dampak gaya hidup orang dewasa (paparan asap rokok) dan kebiasaan makan yang salah. Perlu Anda ketahui bahwa makanan juga bisa menjadi pemicu migrain pada anak apabila dikonsumsi berlebihan seperti coklat, minuman berkafein, ragi, kismis dan lain-lain.

 

Jenis migrain yang umum menyerang anak-anak yaitu migrain harian kronis (CM). migrain jenis ini bisa menyerang anak-anak dengan intensitas yang lama dan terjadi secara berulang dalam kurun waktu satu bulan. Biasanya anak-anak akan mengalami gangguan tidur, mudah lelah, pusing dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

 

Orangtua yang mempunyai riwayat migrain, besar kemungkinan akan memiliki anak yang menderita migrain juga. Apabila kedua orangtua memiliki riwayat migrain maka kemungkinan 90% anak menderita masalah kesehatan tersebut. Namun jika hanya salah satu dari orangtua yang menderita migrain maka kemungkinannya hanya 40 %.

Gejala migrain pada anak-anak harus segera ditangani dengan benar supaya tidak mengganggu perkembangannya. Dalam menangani migrain pada anak sebaiknya jangan memberikan obat yang biasa digunakan oleh orang dewasa karena bisa berbahaya. Alangkah lebih baik apabila Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang benar.

Untuk pencegahan dalam jangka panjang supaya migrain tidak muncul lagi, Anda bisa menerapkan pola hidup sehat pada anak dengan memberikan asupan makanan bergizi, ajarkan kebiasaan untuk berolahraga dan menerapkan pola tidur yang teratur. Untuk pertolongan pertama di rumah ketika anak mendadak migrain, lakukan pengompresan menggunakan air hangat. Hal ini bertujuan untuk meredam rasa sakit pada kepala.

Related Posts

Share This