Waspadai Bahaya Penyakit Kista Endometriosis

Kista endometriosis biasa dikenal dengan kista coklat yang merupakan suatu kondisi ketika jaringan yang melapisi rahim (endometrium)  mulai tumbuh di luar. Bentuk kista endometriosis kira-kira seukuran buah anggur. Kista endometriosis merupakan penyakit inflamasi yang akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sel telur. Selain itu, kista endometriosis akan membuat perubahan anatomi normal pada sistem reproduksi sehingga bisa mempersulit kehamilan.

Pada beberapa kasus yang terjadi, wanita yang menderita kista endometriosis akan mengalami sakit yang luiar biasa sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Adapun beberapa gejala yang perlu Anda waspadai yaitu sebagai berikut:

  • Gejala endometriosis yang pertama yaitu rasa nyeri pada bagian panggul.
  • Kista yang masih berukuran kecil akan menimbulkan rasa sakit ketika pecah.
  • Kista yang ukurannya sudah besar akan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.
  • Sakit ketika berhubungan intim.
  • Menstruasi berlangsung lebih lama dari waktu normal. Pada umumnya menstruasi normal hanya berlangsung satu minggu. Namun pada penderita endometriosis bisa mencapai lebih dari 10 hari.
  • Siklus menstruasi terjadi secara tidak beraturan.
  • Adanya pembesaran pada bagian perut. Kista yang masih kecil mungkin tidak akan teraba, namun ketika semakin membesar maka akan menunjukan perubahan yang signifikan dan jelas terlihat.
  • Jika endometriosis bertangkai maka akan mengakibatkan sakit perut secara tiba-tiba dan muntah. Hal ini karena tangkai tersebut terpuntir.

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu munculnya kista endometriosis pada wanita, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Gangguan dalam pembentukan hormone di bagian hipotalamus hipofise.
  2. Gangguan pembentukan hormone indung telur.
  3. Penyebab endometriosis yang selanjutnya yaitu darah menstruasi yang mengalir kembali ke tuba palopi (saluran telur) dan membawa jaringan dari lapisan dinding rahim sehingga menetap dan berkembang di luar rahim.
  4. Pola hidup yang tidak sehat.
  5. Penyebab lain yaitu adanya sisa epitel embrional yang tidak sampai ke menarke sehingga jaringan tersebut akan membuat respon terhadap hormone progesterone dan estrogen di luar rahim.

Penyakit kista endometriosis lbisa menyerang wanita kapan saja. Pada dasarnya resiko endometriosis sudah mengancam wanita dibawah usia 20 tahun dan akan meningkat pada masa pubertas serta akan memuncak pada usia 40 tahun. Ketika memasuki usia menopause maka resiko kista endometriosis akan menurun.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, maka dari itu, resiko kista endometriosis bisa dicegah dengan cara menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, rutin berolahraga dan berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, untuk menekan resiko kista sebaiknya bagi pasangan yang sudah menikah segera untuk mempunyai keturunan.

Related Posts

Share This