Waspada Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Dalam proses persalinan normal, ketuban memang akan pecah dengan sendirinya secara alami karena adanya kontraksi yang terjadi pada proses persalinan. Akan tetapi pada beberapa kasus kehamilan, ada juga ketuban pecah sebelum waktunya. Bahkan ada pula kasus terjadinya kebocoran ketuban yang memang tidak pernah kita sadari.

Dan jika ketuban pecah terlambat di atasi, maka persoalan ini bisa mengancam keselamatan janin atau bayi yang masih berada di dalam kandungan. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil guna mengetahui gejala-gejala terjadinya ketuban pecah.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berasal dari Brawijaya Women and Children Hospital (BWCH), Tirsa Verani mengungkapkan, bahwa terjadinya pecah ketuban sebelum waktunya atau bahkan adanya masalah kebocoran kantung ketuban memang kerap kalai di alami oleh ibu hamil. Dan akibatnya, air ketuban yang memiliki peranan untuk melindungi janin yang berada di dalam kandungan dari lingkarannya menjadi sedikit.

“Bila ketubannya pecah, cairan ketuban akan merembes sedikit demi sedikit. Akibatnya cairan ini semakin berkurang, bahkan bisa sampai habis,” kata Tirsa Verani di Jakarta.

Memang benar, terjadinya ketuban pecah ini juga kerap kali tidak di sadari oleh para ibu hamil. Akan tetapi, jika ibu hamil rutin untuk melakukan serangkaian pemeriksaan ultrasonografi atau USG, sebenarnya persoalan tersebut masih bisa di atasi dengan baik.

Dan biasanya, seorang ibu hamil akan menyadai hal ini, ketika mereka merasakan keadaan perut yang sakit ketika janin atau bayi yang ada di dalam kandungannya bergerak. Dan hal tersebut juga diungkapkan lansung oleh Tirta.

Nantinya, cairan ketuban yang pecah atau bahkan bocor ini akan merembas keluar dari organ kewanitaan secara perlahan. Dan berbeda dengan cairan urine, cairan ketuban yang keluar ini memiliki aroma bau serta warna yang khas.

Oleh karena itu, jika ada cairan yang mencurigakan keluar dari area kewanitaan ibu hamil, maka sebaiknya Anda segera mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter kandungan, agar bisa segera mendapatkan penanganan. Dan jika tidak segera di atasi, maka berersiko menyebabkan kematian terhadap bayi yang masih berada di dalam kandungan.

Pada umumnya, adanya masalah pecah ketuban ini diawali dengan adanya keputihan yang terjadi pada ibu hamil, atau bahkan ditandai dengan adanya infeksi terhadap janin yang memang bisa menyebabkan terjadinya kontraksi. Mengapa? Karena banyaknya keputihan yang keluar pada ibu hamil bisa merangsang terjadinya kontraksi serta pecahnya ketuban. Jika ketuban pecah, bayi yang akan lahir nantinya akan rentan terkena infeksi, dikarenakan keadaan janin atau bayi yang ada di dalam kandungan tidak ada lagi yang melindungi dengan baik.

Nah, maka dari itu, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, maka Anda patut untuk mewaspaia terjadinya ketuban pecah dini atau ketuban pecah sebelum waktunya. Jika ketuban Anda pecah, maka segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517