Waspada!! Cat Rambut Bisa Menyebabkan Kebutaan Dan Wajah Membengkak

Sama halnya dengan gadis-gadis lainnya, Dinya Rasool yang masih berusia 18 tahun memiliki keinginan untuk tampil berbeda dengan mewarnai rambut indahnya. Namun siapa sangka, setelah ia mewarnai rambutnya, Dinya mengalami alergi sehingga berujung pada kebutaan sesaat.

Kebutaan yang di alami oleh gadis ini terjadi karena bagian wajahnya membengkak, setelah reaksi alergi yang memang membuat wajah cantiknya berubah menjadi tokoh monster ‘Frankenstein’. Wajah cantik itu membengkak lebih besar tiga kali dari ukuran aslinya, dan keadaan ini juga membuat bagian otak Dinya mengalami tekanan serta mengalami kesulitan dalam menggerakan sejumlah otot wajahnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, Dinya juga mengaku bahwa kejadian ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya, itu artinya di waktu sebelumnya ia juga pernah mengalami hal yang serupa. Dan ia mengaku, bahwa kali pertama ia mengalami hal serupa yaitu ketika usianya 15 tahun, ketika ia juga mewarnai rambutnya. Demikian yang di kutip dari health.detik pada hari Jum’at (23/10/2015).

“Setiap kali wajahku membengkak, aku sama sekali tidak bisa melihat apa pun. Kulit kepalaku terus berdenyut dan cairan nanah mengalir. Aku merasa seperti Frankenstein. Ini adalah hal terburuk yang pernah aku alami semasa hidupku,” tutur Dinya.

Dan sampai saat ini, keadaan kulit kepala Dinya mulai mengelupas, sampai-sampai gadis cantik itu berjanji untuk tidak lagi mewarnai rambutnya, dan ia akan menghargai warna asli dari rambutnya itu.

Ketika itu bulan Oktober tahun 2012, dimana kali pertamanya Dinya memutuskan untuk mewarnai rambutnya, yang semula berwarna coklat cantik akan ia warnai menjadi merah guna menghadiri acar ulangtahun sahabatnya. Karena di rasa ia sering menggunakan produk pewarna rambut yang sama dalam beberapa kali, akhirnya ia mengabaikan tes alergi yang pernah ia lakukan sebelum ia menggunakan cat rambut tersebut.

Dan setelah satu setengah jam, ia membilas rambut yang telah ia cat dengan menggunakan air bersih. Namun keesokan harinya, Dinya terkejut dengan penampakan dirinya, karena ketika itu bagian muka Dinya mulai membengkak bahkan bagian matanya sudah tertutup.

Mengetahui kondisi tersebut, Dinya lantas berteriak memanggil ibunya. Dan ketika sang ibu melihat keadaan putri tercintanya, ibunya pun kaget ketika melihat ada yang berubah dari keadaan putrinya. Dan ibu Dinya, Barez Saieed (56) pun mengajak putrinya untuk pergi ke University Hospital of Wales di Cardiff.

Setelah Dinya di periksa olej tim medis, dokter curiga bahwa Dinya mengalami alergi terhadap produk pewarna rambut tersebut. Dan akhirnya Dinya diberikan tetesan morfin, antihistamin, dan steroid guna mengurangi pembengkakan yang terjadi di bagian mukanya. Dinya sempat di minta untuk menjalankan rawat inap oleh dokter, namun Dinya menolaknya. Dan Dinya lebih memilih untuk melakukan tes alergi dan kembali lagi ke RS tempat ia di periksa. Dan di pesta temannya, tidak ada satupun orang yang memang mengenali Dinya karena keadaan wajahnya yang membengkak ini.

“Aku merasa sangat bodoh mengabaikan tes alergi sebelum menggunakan pewarna rambut. Kalau saja aku melakukannya, aku tidak akan menjadi seperti ini jika aku mengikuti instruksi pada kemasannya,” ungkap Dinya menyesali tindakannya. Dan akhirnya Dinya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan pewarna rambut selama tiga tahun terakhir ini.

Namun pada bulan Januari di tahun ini, akhirnya Dinya memurtuskan kembali untuk mewarnai rambutnya. Walaupun ia masih menunggu jadwal tes alergi, namun ia tetap bersikeras untuk mengambil resiko yang akan di dapatkannya.

Dengan bekal kepercayaan diri bahwa ia hanya memiliki alergi terhadap ammonia, akhirnya Dinya memutuskan untuk membeli produk pewarna rambut yang memang tidak memiliki amonis. Dengan mengabaikan kekhawatiran sang ibu, akhirnya Dinya mengoleskan obat pewarna tersebut di bagian belakang kupingnya, dan dua hari kemudian semuanya berjalan normal tanpa ada kondisi yang berubah.

Dan seiring dengan warna rambut baru yang mulai terlihat, Dinya juga merasa kalau bagian kulit kepalanya mulai mengencang bahkan di rasa gatal. Dikarenakan Dinya merasa takut, akhirnya dinya membilas rambutnya. Namun sayangnya, hal tersebut tidak bisa membuat Dinya terhindar dari alergi yang sebelumnya pernah ia alami.
Dan kurang dari empat jam setelah Dinya membilas rambut yang telah ia warnai, wajah Dinya mulai kembali terlihat membengkak. Berdasarkan akuan Dinya, sensasi terbakarnya sama seperti dulu. Akhirnya Dinya panic, dan ia memutuskan untuk mengkonsumsi pil antihistamin dengan harapan bahwa pil ini bisa membantu dalam mengurangi bengkaknya.

Namun ternyata, pil yang ia konsumsi tidak memberikan efek apa-apa. Dan akhirnya sang ibu kembali membawa Finya untuk pergi ke A&E di University Hospital of Wales lagi. Karena Dinya merasa pusing dan cairan nanah terus keluar dari kulit kepalanya, maka kedua mata Dinya akhirnya mengalami kebutaan walau sesaat. Bagian kelenjar Dinya membengkak sangat parah, dan napasnya menjadi tidak wajar. Dan dokter segera memberi Dinya tetesan morfin dan diberi steroid guna mengurangi pembengkakan bersamaan dengan tim medis yang memang terus mengawasi denyut jantung Dinya yang semakin tinggi.

Dan akhirnya, setelah Dinya melewati 6 jam masa kritis, rasa sakit di bagian wajah Dinya mereda, dan ia bisa kembali membuka kedua matanya.

Setelah Dinya menjalankan tes alergi pada bulan Mei yang lalu, diketahui bahwa dirinya ternyata juga memiliki alergi terhadap bahan kimia yang bernama para-phenylenediamine (PPD), yang memang banyak terkandung di dalam produk pewarna rambut. Dan ternyata produk yang mengandung bahan kimia ini memang tidak di perbolehkan di jual di beberapa Negara Eropa karena kandungannya yang sangat membahayakan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517