Waspada! Berikut Bahaya Aborsi Untuk Kesehatan

Istilah aborsi secara medis memiliki arti menghilangkan janin dan plasenta dari dalam rahim melalui prosedur rumah sakit untuk kepentingan serta berdasarkan faktor kesehatan. Salah satu contohnya akibat keguguran karena kondisi rahim lemah. Akan tetapi pada zaman modern seperti saat ini tindakan aborsi banyak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dalam melakukan tindakan tersebut tentunya didasari oleh kekhawatiran akan kehamilan di luar pernikahan. Padahal bahaya aborsi untuk kesehatan sangat mengerikan, terutama pada remaja.

Menggugurkan kandungan dalam kondisi janin sehat tentunya sangat berbahaya untuk kesehatan rahim di masa oyang akan datang. Aborsi hanya boleh dilakukan pada kehamilan tertentu yang bermasalah, bukan kehamilan sehat. Lebih tepatnya tindakan aborsi akan dilakukan oleh tim medis jika terjadi gangguan pertumbuhan janin dan kehamilan prematur yang membahayakan jiwa sang ibu.

Inilah Bahaya Melakukan Aborsi Pada Remaja

Menyebabkan Kemandulan

Saat tindakan aborsi dilakukan maka hal ini akan menyebabkan pendarahan dan luka pada indung telur sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan darah. Nah, kondisi tersebut akan menyumbat saluran indung telur sehingga kemungkinan tertutup dan sulit terjadi pembuahan jika menginginkan kehamilan yang berikutnya.

Menyebabkan Infeksi Rahim

Bahaya selanjutnya yaitu menyebabkan infeksi dan pembengkakan pada rahim sehingga hal ini akan memicu peradangan dan pendarahan hebat. Bahkan jika kondisi tersebut dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar maka berpotensi menyebabkan kerusakan fatal pada rahim.

Resiko Kanker Rahim

Proses aborsi yang dilakukan oleh orang yang tidak ahli akan mengakibatkan kerusakan pada serviks sehingga tanpa disadari memicu prtumbuhan sel-sel kanker leher rahim yang sangat berbahaya.

Infeksi Rongga Panggul

Proses penekanan dan pemaksaan janin untuk keluar akan memicu infeksi. Dan yang lebih parahnya adalah infeksi tersebut akan menyebar ke jaringan yang lain di sekitar rahim dan mengakibatkan jaringan parut terbentuk. Selain itu terjadi perlengketan fibrosa pada bagian rongga pertu sehingga menimbulkan rasa nyeri dalam jangka panjang.

Kanker Hati

Jaringan rahim yang rusak akibat proses aborsi akan memicu tumbuhnya sel kanker pada hati. Mengapa bisa demikian? Hal ini karena bakteri yang menginfeksi rahim secara perlahan akan menjalar melalui aliran darah menuju ke organ lain, yaitu salah satunya hati.

Sering Keguguran

Proses aborsi yang dilakukan tanpa alasan medis menyebabkan rahim rusak sehingga jika menginginkan kehamilan yang selanjutnya maka sangat rentan sekali terjadi keguguran. Akibat perlakuan aborsi terssebut akan menyebabkan struktur rahim menjadi lemah.

Infeksi Alat Reproduksi

Luka yang terjadi akibat proses aborsi bisa memicu infeksi bakteri dan bahkan mengalami pembusukan. Kondisi tersebut rentan menyebabkan infeksi yang lebih parah pada organ reproduksi terutama rahim. Bahkan bisa menjalar ke bagian organ reproduksi luar.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517