Tips Mengatasi Anak Hiperaktif dan Agresif

Memiliki buah hati dalam sebuah perkawinan adalah pelengkap kebahagiaan bagi suami istri. Mengikuti setiap tahap perkembangan dan pertumbuhan anak tentunya menjadi suatu hal yang sangat membahagiakan. Tidak semua orang bisa melakukan dan mendapatkan kebahagiaan ini. Seiring bertambahnya usia si kecil maka tingkahnya akan semakin lincah dan cenderung agresif. Hal ini tentunya akan membuat para orangtua merasa kewalahan. Mengatasi anak hiperaktif dan agresif harus dilakukna secara perlahan dengan teknik yang lembut.

Sifat anak yang agresif/hiperaktif tentunya menjadi salah satu keluhan bagi para orangtua. Biasanya anak-anak akan menunjukan perilaku yang ekstrim dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Kondisi itersebut akan membuat Anda sebagai orangtua merasa bingung dan bahkan tidak jarang hal ini menjadi hal yang menjadikan orangtua stres.

Sifat anak yang agresif biasanya mulai terlihat pada usia 2 – 4 tahun. Bahkan pada sebagian kasus, anak-anak agresif sudah menunjukan tingkah ketika berada dibawah usia 2 tahun. Sifat agresif terkadang dianggap sebagai perilaku yang kurang baik danterkesan lebih nakal. Ketika bergaul terkadang sifat agresif dari seorang anak akan membuat teman-temannya merasa tidak nyaman.

Penting sekali untuk mencari solusi dalam memecahkan permasalahan ini supaya kondisinya tidak terus-terusan berlanjut. Sifat agresif tidak boleh dibiarkan begitu saja sebab akan membuat anak tumbuh dengan kepribadian yang kasar dan cenderung tidak bisa mengontrol emosi. Jika tidak diatasi sejak dini maka sampai dewasa dan bahkan hingga tua akan terus-terusan seperti itu.

Langkah Mengatasi Sifat Hiperaktif/Agresif Pada Anak

Mengenali Penyebab

Langkah awal yang paling penting adalah mengenali penyebabnya. Jika memang penyebabnya sudah diketahui maka hal ini akan memudahkan dalam melakukan tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Sebab sifat agresif seorang anak tidak akan timbul jika tidak ada penyebabnya. BIsa saja sifat tersebut timbul akibat merasa terusik oleh orang lain. Selain itu, penyebabnya bisa berasal dari kurangnya kontrol seorang anak dalam hal berperilaku.

Hindari Hukuman Fisik

Jangan pernah menyikapi anak yang agresif dengan tindakan kasar dan hukuman fisik. Hindari memukul dan menyakiti sebab hal ini  akan membuat si anak semakin kesal dan bertindak lebih beringas. Dalam hal ini Anda sebagai orangtua harus bersikap bijak dan lebih sabar. Berikan pengertian pada anak dengan cara yang lebih halus sehingga dengan begitu si kecil akan mampu mengerti dengan yang Anda maksud tanpa ada tekanan.

Kenali Tingkat Tempramen Anak

Setiap anak memiliki tingkat emosi dan tempramen yang berbeda-beda. Kepribadian setiap orang sangat unik dan bervariasi. Nah, maka dari itu setiap orangtua perlu mengetahui sikap dan sifat tempramen dari seorang anak. Dengan mengetahui dan memahami hal tersebut maka akan memberi kemudahan dalam hal mengatasinya.

Dalam menghadapi anak yang hiperaktif/agresif terkadang sangat membingungkan dan terkadang membuat orangtua merasa stres. Maka dari itu, lakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian serta didasari oleh perasaan yang sabar.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517