Tips Mengasah Keterampilan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan

Memberikan stimulasi untuk meningkatkan tumbuh kembang anak adalah salah satu hal yang sangat penting. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para orangtua guna mengoptimalkan hal tersebut. Contohnya melalui asupan nutrisi, latihan sederhana dan juga bisa melalui sebuah permainan yang bersifat edukatif.

Seperti yang kita ketahui bahwa bermain merupakan salah satu kegiatan yang paling disenangi oleh semua anak. Dengan bermain akan membuat mereka gembira dan juga bisa berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Selain itu, ternyata bermain bisa menjadi sarana untuk melatih keterampilan motorik kasar anak jika permainan tersebut bersifat edukatif.

Keterampilan motorik kasar merupakan kemampuan dalam mengontrol gerakan otot besar seperti otot pada bagian kaki dan lengan. Keterampilan ini dimulai dari hal yang sederhana seperti kemampuan si ekcil untuk merangkak, berlari, melompat dan juga duduk. Keterampilan motorik kasar ini sangat penting untuk mendukung kemandirian seorang anak di masa yang akan datang.

Beberapa Contoh Permainan Untuk Melatih Motorik Kasar Anak

Usia 12 – 18 Bulan

Untuk anak usia ini Anda bisa memberikan permainan seperti berikut:

  1. Membuat terowongan dari kardus sehingga si kecil belajar merangkak
  2. Melatih si kecil untuk melakukan gerakan jongkok atau berdiri. Latihan ini untuk mengajarkan keseimbangan pada si kecil.
  3. Melatih si kecil untuk berjalan mentitah atau memberikan mainan yang bisa didorong.

Usia 19 – 24 Bulan

Jenis permainan yang bisa Anda berikan pada usia ini yaitu:

  1. Bermain bola di taman
  2. Melempar atau menendang bola
  3. Ajari si kecil cara naik turun tangga
  4. Bermain kuda goyang
  5. Biasakan untuk mengajarkan si kecil membereskan mainan.

Usia 2 – 3 Tahun

  1. Bermain lompat katak
  2. Sepeda roda tiga
  3. Ayunan atau perosotan dan jenis permainan taman lainnya
  4. Memanjat arena bermain yang menggunakan tiang atau gelang panjat.

Usia 3 – 5 Tahun

  1. Berenang
  2. Bermain hula hoop
  3. Bermain sepeda roda tiga
  4. Melempar bola ringan
  5. Membuat rintangan sederhana untuk mengajaka si kecil berlari melewati rintangan tersebut
  6. Berjalan melalui papan keseimbangan
  7. Bermain lompat tali
  8. Bermain lempar atau sepak bola
  9. Belajar melompat dengan satu kaki atau

Usia 5 – 6 Tahun

  1. Menari
  2. Lompat tali
  3. Baseball atau kasti
  4. Berenang
  5. Bermain sepeda roda dua
  6. Belajar sepatu roda
  7. Aktivitas olahraga lain yang dilakukan di luar rumah.

Perkembangan setiap anak tentunya berbeda-beda. Latihan-latihan tersebut bertujuan untuk memberikan rangsangan supaya perkembangan motorik kasar anak berjalan dengan bail tanpa ada kendala. Latihan ini juga diharapkan akan membuat perkembangan tulang si kecil menjadi lebih baik dan lebih kuat. Jangan membiarkan si kecil menjadi pribadi yang pasif. Ajaklah untuk senantiasa bergerak.

Disamping itu, perhatikan juga asupan nutrisi untuk si kecil guna mendukung tumbuh kembangnya. Berikan selalu asupan makanan sehat dan bergizi. Jangan menyepelakan asupan makanan yang bergizi sebab makanan merupakan salah satu komponen penting yang memberikan pengaruh sangat kuat terhadap tumbuh kembang anak.

Jika si kecil mengalami gangguan kesehatan, jangan pernah membiarkannya, segera berikan penanganan yang tepat. Gangguan kesehatan selama masa tumbuh kembang bisa berakibat fatal terhadap pertumbuhannya. Keterlambatan pertumbuhan adalah salah satu akibat gangguan kesehatan pada masa tumbuh kembang anak. Maka dari itu, perhatikan semua aspek penting yang menunjang tumbuh kembang anak. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Share This