Tinjauan Dari Sisi Medis Tentang Induksi Dalam Persalinan

Setiap wanita hamil tentunya mengharapkan proses persalinan yang berjalan lancar, normal serta bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat. Melahirkan bayi dengan cara yang normal setelah menjalani kehamilan selama sembilan bulan menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun terkadang persalinan normal harus dibantu dengan tindakan induksi.

Induksi dalam persalinan merupakan salah satu upaya untuk memberikan stimulasi atau rangsangan dalm memulai proses persalinan. Tujuan dilakukan induksi persalinan ialah untuk mempermudah proses keluarnya bayi dari dalam kandungan dengan cara yang normal.

Ada dua teknik induksi persalinan yang bisa dilakukan oleh dokter yaitu secara kimia dan mekanik. Akan tetapi kedua cara tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengeluarkan hormone prostaglandin  untuk memicu terjadinya kontraksi. Induksi secara kimia yaitu dengan memasukan obat khusus dengan cara diinfuskan, dimasukkan ke dalam vagina ataupun di minum. Sedangkan secara mekanik yaitu dengan pemasangan balon keteter, metode stripping dan memecahkan ketuban pada waktu persalinan.

Beberapa Alasan Induksi Persalinan Ditinjau Dari Sisi Medis

  1. Kondisi medis dari sang ibu

Salah satu alasan yang mengharuskan dilakukan induksi persalinan yaitu karena kondisi kesehatan ibu hamil yang melemah. Salah satu gangguan kesehatan yang mengharuskan ibu hamil mendapatkan induksi yaitu diabetes gestasional dan preeklapmsia. Oleh karena itu, kelahiran merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk menyelamatkan sang ibu.

  1. Kondisi bayi

Keadaan tertentu yang bisa membahayakan keselamatan bayi seperti air ketuban yang sedikit, janin lewat waktu di dalam kandungn dan terjadinya hambatan pertumbuhan mengharuskan tim medis mengambil tindakan dengan cara induksi. Disamping itu, kondisi pergerakan janin yang lemah merupakan salah satu alasan dokter untuk segera melakukan induksi.

  1. Selaput ketuban pecah

Ketuban pecah sebelum kontraksi sangat beresiko mengakibatkan infeksi pada ibu dan janin. Dalam hal ini tim medis akan mengambil tindakan supaya bayi segera lahir setidaknya 24 jam setelah ketuban pecah. Namun untuk lamanya proses induksi belum ada kesepakatan karena tergantung dari kesepakatan antara tim medis.

  1. Janin lewat waktu

Jika kondisi kehamilan lewat waktu maka sangat beresiko mengakibatkan komplikasi pada bayi. Maka dari itu diperlukan induksi pada persalinan. Janin lewat waktu akan mengakibatkan penurunan fungsi plasenta sehingga beresiko mengakibatkan kematian pada janin.

Demikian alasan medis yang mengharuskan untuk melakukan induksi persalinan. Dalam hal ini proses alami suatu persalinan lebih baik jika dibandingkan dengan induksi. Untuk mendapatkan persalinan normal tanpa induksi sebenarnya bukan perkara yang sulit. Menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanann yang bergizi dan rutin berolahraga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan sehat dan proses persalinan normal.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517