Tes Untuk Memastikan Kehamilan

Bagaimanakah Cara untuk Memastikan Kehamilan?

Walaupun ibu hamil sudah mengetahui adanya tanda-tanda umum terjadinya kehamilan, akan lebih yakin dan akurat jika melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa seorang wanita benar-benar hamil. Adapun tes kehamilan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara mendeteksi melalui air seni dan juga bisa melalui tes darah.

tes untuk memastikan kehamilan

Tes urin (air seni)

Tes kehamilan dengan menggunakan air seni bisa dilakukan sendiri dengan menggunakan alat yang disebut test pack. Tes ini dilakukan untuk mengetahui adanya hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrophin), hormon ini diproduksi oleh plasenta selama masa kehamilan saja dan akan meningkat seminggu setelah konsepsi. HCG terbentuk dari reaksi tertanamnya bakal janin pada dinding rahim, yaitu sekitar 6 – 12 hari, hal ini berarti HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) di produksi setelah bakal janin tertanam. Waktu yang bagus untuk melakukan tes adalah beberapa hari setelah wanita mengalami keterlambatan datang bulan (haid).  Untuk melakukan tes ini perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu waktu pengetesan, proses pengetesan dan membaca hasil tes.

  • Waktu pengetesan yang bagus adalah tujuh hari setelah ovulasi. Lakukan pengetesan pada pagi hari setelah bangun tidur karena pada waktu ini air seni berada dalam kondisi pekat.
  • Cara untuk mengetesnya yaitu dengan menampung air seni kedalam sebuah wadah lalu celupkan alat test kehamilan tersebut selama 5-10 detik, kemudian angkat.
  • Harus memahami cara membaca hasil tes supaya tidak keliru dalam menyimpilkan apakah anda hamil atau tidaknya. Setiap merk test kehamilan memiliki kode yang berbeda-beda, ada yang menggunakan kode positif (+) dan Negatif (-) ada juga yang menggunakan kode garis warna sebagai tanda positif atau negatif.

Tes darah

Tes kehamilan dengan menggunakan sampel darah dianggap lebih akurat karena dapat mendeteksi HCG lebih awal daripada tes urin. Tes darah bisa mendeteksi adanya kehamilan pada waktu sekitar enam sampai delapan hari setelah ovulasi. Untuk tes darah biasanya dokter menggunakan dua tes yaitu tes kualitatif untuk menunjukan adanya hormon HCG atau tidak, sedangkan tes darah kuntitatif biasa disebut juga beta HCG yang dapat menunjukan berapa jumlah kadar HCG yang ada dalam darah meskipun kadarnya masih sedikit. Akurasi tes darah ini sama dengan tes air seni atau tes urin.

Tes USG (ultrasonografi)

Setelah memastikan kehamilan dengan melakukan tes urin ataupun dengan tes darah, kadang-kadang banyak wanita yang masih belum yakin dengan kehamilan  mereka dan masih merasa sangat ragu. Untuk lebih meyakinkan lagi maka bisa dilakukan tes USG yang biasanya ada di rumah sakit ataupun klinik bersalin dengan bantuan dokter. USG merupakan salah satu proses untuk melihat janin di dalam rahim menggunakan gelombang dengan  frekuensi yang tinggi. USG biasanya bisa mendeteksi usia kehamilan dengan tepat. Kebanyakan wanita zaman sekarang lebih banyak menggunakan USG untuk mendeteksi kehamilan mereka karena memeriksa atau melakukan tes kehamilan dengan USG sangat kecil sekali kemungkinan terjadinya kesalahan atau ketidak akuratan dalam hasil tes.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517