Terapi Sederhana Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Anak terlambat bicara. Ketika usianya menginjak 3 tahun, ada seorang anak yang memang tidak banyak memiliki kosakata. Setiap kali ia berbicaram ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin di ungkapkannya dengan jelas. Dikarenakan ia tidak bisa mengutarakan apa yang diinginkannya, terkadang ia memukul-mukul kepalanya dengan menggunakan tangan.

Jika melihat gejala serta usianya saat itu, anak tersebut di yakini mengalami keterlambatan bicara atau anak terlambat bicara 3 tahun. Dan ketika itu, dr Attila Dewanti, SpA(K) Neurologi seorang dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa di usia 3 tahun anak seharusnya sudah mulai bermain dengan teman-teman sebayanya. Jika anak mengalami keterlambatan bicara, sebaiknya orangtua segera melakukan terapi khusus untuk anak tersebut.

“Rata-rata gangguan bicara terjadi karena kurang stimulasi. Karenanya penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi lebih sering di rumah,” ungkap dr Amendi Nasution, Sp.KFR(K).

Penyebab anak terlambat bicara ternyata bukan hanya karena kurangnya stimulasi, namun keterlambatan bicara ini juga bisa terjadi karena adanya beberapa faktor. Dan faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu keadaan orangtua yang menerapkan bilingual di rumah, adanya keterlambatan di aspek lain, gangguan sensori, serta adanya  gangguan pendengaran yang di alami oleh anak.

Pemberian stimulasi yang tepat yang diberikan terhadap otot lidah serta mulut juga akan mendukung kemampuan bicara si kecil. Bahkan amenda juga menerangkan, bahwa otot mulut serta lidah bisa membantu si kecil dalam berbicara, terutama terkait dalam pengucapan huruf mati atau bahkan kosakata. Jika si kecil cadel, maka biasanya bagian otot lidah kurang berfungsi dengan sangat baik.

Nah, guna mengatasi keterlambatan bicara terhadap si kecil, maka aktivitas lain yang di lakukan di luar rumah bisa Anda lakukan, yaitu sebagai berikut:

  1. Anda bisa mematikan televise jika sekiranya tidak di tonton. Karena suara televise bisa mengganggu konsentrasi si kecil dalam mendengar setiap percakapan.
  2. Anda bisa mengajarkan si kecil bahasa isyarat.
  3. Anda bisa menggunakan flash card yang memiliki gambar-gambar sederhana, dan mintalah si kecil untuk menyebutkan serta mengulangi ap ayang ia lihat.
  4. Anda bisa berlatih meniup sedotan atau bahkan meniup kapas yang ada di atas meja. Cara sederhana ini bisa membantu si kecil dalam menguatkan bagian otot wajah juga mulut yang memang banyak di gunakan ketika berbicara. Anda juga bisa melatih si kecil untuk minum dengan menggunakan sedotan. Dan Anda bisa memilh sedotan yang unik, sehingga si kecil merasa tertarik untuk melakukan hal yang satu ini.
  5. Anda bisa menyimpan benda yang menjadi kesukaannya di luar jangkawan si kecil, sehingga anak akan terpancing untuk berbicara dan meminta bantuan kepada Anda untuk mengambilkannya. Ajarkan si kecil untuk meminta bantuan dengan menggunakan bahasa isyarat serta ajarkan pula cara dalam pengucapannya.
  6. Anda dianjurkan untuk selalu memberikan pujian ketika si kecil tengah berusaha atau ketika si kecil berhasil melakukan berbagai aktivitas tersebut.

Related Posts

Share This