Tekanan Darah Tinggi Atau Hipertensi Menurut WHO

Hipertensi menurut WHO. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, menyebutkan bahwa prevalensi penderita hipertensi yang berada di Indonesia mencapai angka 25,8%. Dengan adanya presentasi seperti itu, maka sebaiknya kita mewaspadai kondisi tersebut dengan cara menjaga kesehatan sejak dini. Lantas, bagaimana caranya? Mula-mula, kita harus memahami kondisi bagaimana tekanan darah kita jika ada dalam kondisi yang normal.

Menurut WHO, tekanan darah yang normal bagi mereka orang dewasa adalah 120/80 mmhg. Akan tetapi, jika tekanan darah sistolik yaitu antara 120-139 dan tekanan distolik antara 80-89, dan itu juga masih bisa di sebut dengan tekanan darah yang normal.

Dan berikut ini ada klasifikasi penderita hipertensi menurut WHO, yaitu sebagai berikut:

  1. Tekanan darah : Sistolik
    Tingkat 1 : 140-159
    Tingkat 2 : 160-179
    Tingkat 3 : ?180
  2. Tekanan darah : Distolik
    Tingkat 1 : 90-99
    Tingkat 2 : 100-109
    Tingkat 3 : ?110

Keterangannya: Jika tekanan darah Anda ada dalam bagian tingkat 3, maka Anda harus segera mewaspadai kondisi tersebut, karena umumnya kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung secara mendadak, hingga kematian.

Bahkan WHO juga telah menganjurkan kepada seluruh masyarakat terutama yang menderita hipertensi yang berada di Australia untuk mengubah pola hidup sehatnya, seperti:

  1. Menurunkan berat badan
  2. Peningkatan aktifitas fisik
  3. Berhenti dalam mengkonsumsi Alkohol
  4. Merubah pola makan ( lebih banyak buah, sayuran dan rendah lemak jenuh )
  5. Pengurangan asupan sodium dan peningkatan asupan kalium

Nah, apakah Anda seorang penderita hipertensi? Jika iya, maka Anda harus mengubah pola hidup Anda menjadi pola hidup yang lebih sehat lagi. Karena nyatanya, jika Anda hanya mengandalkan obat-obatan yang diberikan oleh dokter, tanpa adanya perubahan pola hidup dan pola makan yang sehat, maka semuanya akan sia-sia, dan hipertensi akan tetap berada pada tubuh Anda.

Selain itu, obat-obatan yang diberikan oleh dokter kepada Anda yang menderita hipertensi, hanya memiliki sifat sementara, apalagi jika Anda tidak bisa mengubah pola hidup Anda menjadi lebih baik. Dan ketika anda berhenti mengkonsumsi obat-obatan tersebut, maka kemungkinan besar Anda akan kembali memngalami hipertensi, bahkan dalam kondisi yang jauh lebih parah daripada sebelumnya.

Maka dari itu, selain Anda mengkonsultasikannya kepada dokter, mengkonsumsi obat-obatan, Anda juga harus menjalankan pola hidup sehat juga menjaga pola makan sehat Anda. Jangan sampia hal yang tidak Anda inginkan terjadi hanya karena Anda tidak menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat. Jelas hal tersebut hanya akan membuat Anda menjadi rugi.

Hipertensi sendiri bisa terjadi karena beberapa faktor, bahkan hipertensi ini juga bisa muncul karena adanya pengaruh dari jenis penyakit lainnya, serta kebiasaan hidup yang memang kurang baik, seperti merokok, mengkonsumsi minuman bahkan makanan yang mengandung alkohol, kelebihan berat badan, memiliki kegemaran mengkonsumsi makanan yang berlemak, dan masih banyak lagi yang menajdi faktor munculnya hipertensi.

Related Posts

Share This