Stres Berpengaruh Terhadap Kesehatan Otak

Semua orang pastinya pernah mengalami stres akibat adanya berbagai permasalahan dalam kehidupan. Stres merupakan suatu kondisi yang mungkin tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Gejala stres biasanya ditandai dengan sakit kepala, emosi yang cepat memuncak dan mood yang lebih sensitif. Orang yang stres akan merasa tegang, tertekan dan bersikap di luar batas kendali. Akibat stres yang berlebih bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Stres adalah salah satu silent killer yang bisa membunuh manusia secara perlahan. Stres sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Selain itu, stres juga akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan dan perkembangan otak. Tubuh akan melepaskan hormon kortisol ketika seseorang sedang stres. Hormon tersebut akan memberikan dampak buruk pada otak dan membunuh sel-sel saraf otak.

Dampak Stres Terhadap Otak

Dampak Stres Terhadap Otak

Menyebabkan kerusakan sel otak. Stres akan mengakibatkan kerusakan pada sel otak karena pada waktu stres akan melepaskan hormon glukokortikoid dari otak. Produksi hormon glukokortikoid yang berlebihan akan menyebabkan sel-sel otak melemah dan mati.

Melemahkan daya ingat. Produksi hormon glukokortikoid  yang berlebih dan terus menerus akan menyebabkan daya ingat dan memori otak melemah. Hal ini karena bagian ujung sel saraf yang sudah tua tidak mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan sel-sel saraf yang masih muda. Selain itu stres yang terus menerus akan mengakibatkan otak tidak bisa mengirimkan informasi ke seluruh tubuh sehingga daya ingat akan semakin melemah.

Menyebabkan saraf terjepit. Stres akan menyebabkan sirkulasi darah pada otak menurun secara drastis. Pembuluh darah dan saraf akan menyusut (terjepit) sehingga pasokan darah, nutrisi dan oksigen untuk otak akan tehambat. Hal ini tentunya membuat kemampuan otak akan melemah. Selain itu, aliran darah yang tidak lancar sangat beresiko menyebabkan penyakit stroke.

Menyebabkan penyusutan otak. Bahaya stres yang selanjutnya yaitu akan mengakibatkan penyusutan otak. Stres akan menurunkan komposisi otak dan menyebabkan hippocampus menyusut. Hal ini tentunya akan menurunkan kemampuan motorik sehingga akan berdampak terhadap daya ingat dan kesulitan dalam mengingat sesuatu.

Depresi. Stres akan mempengaruhi pelepasan hormon endorphin. Hal ini akan membuat seseorang lebih sensitif dan mudah marah sehingga berujung depresi. Selain itu, stres akan meningkatkan produksi hormon kortisol di otak sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh. Metabolisme yang terganggu membuat orang yang depresi cenderung terlihat lemah dan banyak diam.

Stres akan berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang. Hal ini karena orang yang stres akan kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, kemampuan mengingat yang buruk sehingga tidak bisa berkonsentrasi dan tidak bisa mengambil keputusan. Untuk mengatasi hal tersebut Anda bisa melakukan olahraga atau latihan meditasi. Berolahraga akan meminimalisir dampak buruk stres terhadap kesehatan otak. Olahraga akan memperbesar ukuran otak dan meningkatkan fungsi kognitif.

Related Posts

Share This