Strategi Khusus Untuk Menghadapi Anak Yang Temper Tantrum

Semua orangtua pastinya akan merasa bingung ketika menghadapi anak yang temper tantrum. Apalagi jika hal tersebut terjadi di luar rumah atau tempat umum tentunya sedikit merepotkan dan menjengkelkan. Temper tantrum merupakan luapan emosi atau kemarahan secara tiba-tiba dan terkadang sulit untuk dikontrol. Biasanya anak akan meluapkan kekesalan dan kemarahannya dengan cara menangis sambil menjerit-jerit dan bahkan memukul atau mencubit.

Temper tantrum biasanya terjadi pada anak usia 4 atau 5 tahun. Faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu perasaan tidak senang terhadap lingkungan tertentu ataupun suatu benda. Anak yang berusia 3 tahun biasanya meluapkan kemarahannya dengan cara menangis , menjerit dan memukul. Lain lagi dengan ekspresi yang ditunjukan oleh anak yang mulai menginjak 4 tahun yaitu merengek, membanting suatu objek dan bahkan menendang-nendang. Sedangkan anak yang sudah lebih besar yaitu sekita 5 tahun akan meluapkan perasaan marah dengan cara merusak benda yang ada di sekitarnya, berteriak dan bahkan memukul orang yang ada di dekatnya.

Penyebab Temper Tantrum Secara Umum

Keinginan yang tidak terpenuhi adalah salah satu faktor yang menyebabkan seorang anak secara tiba-tiba marah. Kemarahan yang diluapkan oleh anak merupakan salah satu cara dalam mengungkapkan keinginan supaya dipahami oleh orang disekitarnya. Selain itu, pola asuh dari orangtua yang terlalu memanjakan anak adalah salah satu yang memicu temper tantrum. Ketika anak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan maka mereka akan meluapkan kemarahannya dengan cara menangis atau merusak benda di sekitarnya.

Penyebab lain dari temper tantrum yaitu sikap orangtua yang terlalu mengekang setiap perilaku anak. Kebiasaan mengekang akan mempengaruhi tingkat emosional sehingga membuat anak merasa jenuh. Lama kelamaan tingkat kejenuhan yang dirasakan oleh anak tidak terbendung lagi sehingga mereka meluapkannya dalam bentuk amarah yang meledak secara tiba-tiba.

Kelelahan juga menjadi faktor pemicu seorang anak menjadi tantrum. Aktivitas yang padat sehingga tidak ada waktu untuk bermain biasanya menyebabkan anak mudah terpancing emosinya dan mudah marah. Selain itu, sifat dasar anak yang emosional adalah faktor penyebab yang paling utama dalam hal ini. Biasanya anak mewarisi sifat tersebut dari orangtuanya sehingga untuk mengatasinya butuh waktu dan strategi khusus.

Strategi Khusus Untuk Mengatasi Anak Temper Tantrum

  • Cara pertama untuk mengatasi anak yang temper tantrum yaitu dengan mengetahui faktor penyebab. Jika penyebabnya sudah diketahui maka langkah selanjutnya yaitu memberikan penjelasan pada anak.
  • Usahakan supaya Anda bersikap tenang dan tidak memarahi anak. Apabila Anda balik memarahi maka anak akan semakin berontak.
  • Jangan pernah memukul anak ketika marah karena hal tersebut bisa berdampak negatif terhadap psikologisnya. Alangkah lebih baiknya apabila Anda memeluk anak untuk membuatnya lebih tenang.
  • Strategi lain untuk meredakan anak yang tiba-tiba marah yaitu dengan membiarkannya sejenak sampai emosinya mereda.
  • Hindari kebiasaan memberikan hadiah kepada anak dalam meredakan amarahnya. Hal ini akan membuat anak berpikir bahwa kemarahan akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan.
  • Jauhkan benda-benda berbahaya ketika anak marah karena bisa melukai orang lain ataupun dirinya sendiri.
  • Jalinlah komunikasi yang baik dengan anak untuk menghilangkan temper tantrum dari dalam dirinya. Berikan pengertian kepada anak bahwa kemarahan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Jelaskan pula pada anak untuk menyampaikan keinginan dan keluhan dengan cara yang baik bukan dengan kemarahan.

Selain beberapa cara diatas, dalam menghadapi anak temper tantrum dibutuhkan pengertian dan kesabaran yang ekstra. Sikap yang tenang ketika menghadapi kemarahan anak akan membantu meredakan emosinya. Jangan pernah menghadapi anak temper tantrum dengan kekerasan karena bisa berdampak buruk terhadap perkembangan mental anak.

Related Posts

Share This