Seperti Apa Sih Persalinan Induksi Itu?

Ketika proses persalinan yang di lakukan secara normal tidak bisa membuat bayi yang ada di dalam kandungan keluar, maka biasanya dokter yang menangani persalinan akan menyarankan kepada ibu hamil yang akan melahirkan guna melakukan persalinan induksi.

persalinan induksi

Namun pertanyaannya adalah, seperti apakah proses melahirkan dengan induksi itu? Dr Ardiansjah Dara Sjahruddin SpOG MKes memberikan penjelasan, bahwa persalinan induksi merupakan satu tindakan yang dilakukan oleh para ahli atau dokter kepada seorang ibu hamil guna merangsang timbulnya kontraksi terhadap rahim agar terjadinya proses persalinan dalam jangka waktu yang cepat.

Proses persalinan dengan induksi ini akan di lakukan oleh dokter jika adanya resiko melanjutkan kehamilan lebih besar jika dibandingkan dengan resiko mengakhiri kehamilan. Dimisalkan yaitu, adanya indikasi maternal, seperti adanya hipertensi  dalam kehamilan, adanya diabetes mellitus, penyakit jantung yang menyerang ibu hamil, bahkan ginjal.

Bukan hanya itu, persalinan induksi juga bisa digunakan terhadap indikasi janin, yakni kehamilan yang mulai melewati bulan persalinan. Janin yang ada di dalam kandungan yang memang telah melewati bulan persalinan berresiko besar dapat keracunan air ketuban serta beberapa masalah lainnya.

Bahkan persalinan induksi ini bisa dilakukan jika adanya hambatan dalam pertumbuhan janin yang ada di dalam kandungan, terjadinya kelainan terhadap kongenital major, serta terjadinya ketuban pecah dini. Hal ini di ungkapkan langsung oleh dokter obstetri dan ginekologi yang berasal dari Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.

Persalinan induksi ini tidak akan di sarankan oleh dokter kepada ibu hamil yang memang mengalami plasenta previa ataupun cacat uterus yang memang asalnya dari bekas operasi Caesar atau bahkan dari pasca pengangkatan miom. Bahkan ibu hamil yang memiliki panggul sempit juga tidak dianjurkan untuk melakukan persalinan induksi, hal ini dikarenakan janin tidak akan bisa keluar secara alami melalui vagina.

Sana halnya dengan seorang ibu hamil yang pernah mengalami proses persalinan lebih dari tiga jam, pernah melahirkan lebih dari lima kali, serta yang telah mengalami regangan rahim yang berlebihan. Dan ibu hamil yang pernah mengalami hal-hal tersebut sangat tidak di anjurkan untuk melakukan persalinan induksi.

Bukan hanya itu, persalinan induksi juga tidak bisa dilakukan terhadap fetoplasental janin preterm dengan paru yang masih belum matang, adanya gawat janin akut, serta adanya kelainan pada letak janin.

Sebelum persalinan induksi di lakukan, pada umumnya dokter akan melakukan pemeriksanaan terlebih dahulu terhadap kematangan mulut rahim atau serviks. Langkah ini di ambil sekaligus guna memastikan janin mudah untuk dikeluarkan dari rahim.

Persalinan dengan induksi juga bisa dilakukan dengan cara operatif atau bahkan tindakan lainnya, bahkan tindakan ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan sejumlah obat-obatan. Untuk persalinan dengan induksi yang menggunakan cara operatif, maka harus di lakukan oleh dokter kandungan dan tidak bisa di lakukan oleh sembarangan orang.

Related Posts

Share This