Seperti Apa Kondisi Hamil Diluar Kandungan?

Hamil diluar kandungan. Kehamilan merupakan satu anugerah terbesar yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita, dan betapa bahagianya kita ketika kita mendapatkan anugerah tersebut. Namun, apa yang akan terjadi ketika kita mengalami hamil diluar kandungan?

Penyebab hamil diluar kandungan atau bisa juga disebut dengan hamil ektopik akan terjadi ketika hasil dari pembuahan yang berada di daluran telur atau tuba falopi tidak berhasil mencapai rongga rahim, akan tetapi hasil pembuahan tersebut akan tertanam serta berkembang di luar rongga rahim. Dan kehamilan jenis ini bisa terjadi pada saluran telur, di daerah indung telur atau ovarium, di daerah leher rahim dan masih banyak lagi.

Hamil luar kandungan juga akan terjadi karena adanya gangguan pada fungsi saluran telur ketika menyalurkan hasil dari pembuahan ke dalam rongga rahim. Dan bagian dari dinding saluran telur yang normal ini nantinya akan ddilapisi oleh selaput lendir yang berambut getar, yang mana fungsinya sebagai pendorong embrio ke dalam rongga rahim dengan cara melakukan gerak peristaltic, sama halnya yang terjadi pada usus.

Akan tetapi, fungsi tersebut bisa saja terganggu, jika pernah terjadinya infeksi terhadap saluran, sehingga akibatnya hasil dari pembuahan tersebut akan tetap berada pada saluran telur.

Bukan hanya dikarenakan infeksi, namun gangguan fungsi dari saluran telur ini juga mungkin saja terjadi ketika adanya proses endometriosis, perlengketan, atau bahkan ketika terjadinya desakan pada saluran telur yang mana diakibatkan oleh tumor dan lain sebagainya.

Di awal kehamilan, kaum wanita yang hamil diluar kandungan akan mengalami gejala serta tanda-tanda kehamilan yang seperti biasanya. Seperti terlambat datangnya haid, mual, serta tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif.

Namun, umumnya kehamilan jenis ini tidak akan bertahan lebih dari 6 minggu, hal ini dikarenakan jaringan calon plasenta atau disebut dengan ari-ari yang masuk kedalam saluran telur akan membuat saluran telur menggelembung dengan seiringnya pertumbuhan embrio.

Selanjutnya, dinding saluran telur semakin hari akan semakin melemah dan akhirnya akan pecah dikarenakan mereka tidak mampu untuk mengimbangi pertumbuhan embrio tersebut.

Dan ketika saluran tersbeut membengkak, maka orang yang menderitanya baru akan merasakan hal tersebut, dengan ditandai adanya rasa nyeri di bagian bawah perut, yaitu daerah yang terjadi kehamilan di luar kandungan.

Umumnya rasa nyeri itu akan terus menjalar ke bagian bahu di sisi yang sama dengan terjadinya kehamilan. Bukan hanya itu, hal ini juga bisa terjadi jika adanya pendarahan yang keluar dari vagina yang kadang-kadang bisa mengakibatkan penderita nampak pucat bahkan bisa pingsan.

Dan ketika itu, sumber pendarahan tersebut sebaiknya segera dihentikan dengan cara melalui operasi guna mengangkat sebagian atau bahkan seluruh saluran telur yang telah pecah tersebut.

Nah, itulah bahasa mengenai hamil diluar kandungan yang mungkin saja pernah di alami oleh kaum wanita. Semoga keadaan ini tidak terjadi pada kita.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517