Seperti Apa Cara Menyapih Anak yang Tepat, Agar Si Kecil Tidak Rewel?

Menghentikan proses menyusui atau menyapih merupakan masa yang penuh tantangan bagi seorang ibu. Proses menyapih terbilang tidak mudah karena kebanyakan bayi merasa tenang ketika menyusui secara langsung dari payudara sang ibu. Dalam hal ini Anda harus membuat bayi merasa nyaman dan terbiasa tanpa menyusu. Lalu bagaimana cara menyapih anak yang benar dan kapan waktu yang tepat?

Pada dasarnya proses menyapih anak harus mulai dilakukan ketika menginjak usia 2 tahun. Pemberian ASI secara ekslusif dianjurkan hingga usia 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Nah, pada usia tersebut Anda harus mulai memikirkan cara yang tepat untuk melepaskan proses menyusui. Melapaskan kebiasaan menyusui harus dilakukan secara perlahan dan jangan sekaligus karena bisa berpengaruh terhadap kondisi psikis si kecil.

Pada usia satu tahun, Anda bisa melatih si kecil untuk perlahan melepaskan kebiasaan menyusu langsung dari payudara. Secara umum, pada usia tersebut si kecil sudah mendapatkan makanan pendamping ASI. Perhatikan kandungan nutrisi dari MPASI yang Anda berikan. Pastikan kelengkapan nutrisi seperti vitamin, mineral, protein dan lain sebagainya. MPASI untuk anak satu tahun berupa bubur sayur, nasi tim atau puree buah susu.

Beberapa ahli mendeskripsikan beberapa tanda bayi sudah mulai bisa disapih diantaranya yaitu bisa duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama. Selain itu, si kecil sudah memiliki kemampuan koordinasi mata, tangan dan mulut sudah bekerja dengan baik sehingga bisa mengambil dan memasukan makanan sediri pada mulut.

Untuk memulai menyapih anak sebanarnya tergantung pada karakter dan kebutuhan masing-masing anak dan juga sang ibu. Berikut penduan dan patokan umum dalam menyapih anak yang harus Anda ketahui.

1. Lakukan Secara Perlahan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam proses penyapihan yaitu jangan terburu-buru, namun harus dilakukan secara perlahan dan bertahap. Proses penyapihan secara bertahap tidak hanya bermanfaat untuk bayi, melainkan juga bagi sang ibu. Dengan mengurangi proses penyusuan secara bertahap maka hal ini akan membuat ASI berkurang secara bertahap juga sehingga mencegah rasa sakit pada payudara.

2. Mulai Pada Siang Hari

Mulailah menyapih anak secara perlahan pada siang hari karena biasanya anak lebih sering menyusu pada pagi dan malam hari untuk membuatnya nyaman. Nah, pada siang hari Anda bisa menggantinya dengan memberikan makanan padat (MPASI). ASI tetap diberikan pada malam hari.

3. Mengganti ASI

Langkah selanjutnya yaitu dengan menerapkan sitem pergantian secara perlahan. Anda bisa mengganti kebiasaan menyusui pada payudara dengan susu botol atau bisa juga menggunakan cangkir. Terapkan kebiasaan ini secara teratur dan kurangi pemberian ASI secara langsung.

4. Gunakan Cangkir Daripada Botol

Penggunaan cangkir lebih baik daripada botol. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan gigi si kecil. Meskipun terbilang sedikit sulit, namun Anda harus melakukannya dengan sabar dan perlahan sikecil akan terbiasa.

5. Lepaskan Kebiasaan Menyusui Sebelum Tidur

Apabila si kecil memiliki kebiasaan menyusu sebelum tidur maka usahakan untuk melepaskannya secara bertahap. Adna bisa menggantinya dengan membacakan dongeng atau memperdengarkan musik. Yang terpenting adalah kenyamanan. Kondisi ini secara bertahap akan menjadi kebiasaan untuk lepas dari kebiasaan menyusu.

Hal yang paling penting dalam menyapih adalah fokus pada kenyamanan si kecil dan Anda. Jangan terlalu memaksakan, namun lakukan secara perlahan dan bertahap.

Related Posts

Share This