Selintas Tentang Preeklampsia Pada Saat Hamil

Preeklampsia menjadi salah satu penyebab kematian pada kehamilan. Preeklampsia merupakan tekanan darah tinggi pada ibu hamil serta kadar protein yang berlebih pada urin (proteinuria). Preeklampsia dapat menyebabkan kelahiran prematur, bayi lahir cacat, perkembangan janin tidak sempurna dan menyebabkan kematian.

Preeklampsia pada saat hamil ditandai dengan pembengkakan pada wajah dan tekanan darah tinggi. Preeklampsia mengakibatkan aliran darah yang melalui plasenta untuk janin akan terhambat. Sirkulasi darah dan pasokan nutrisi yang terganggu akan mengakibatkan kelainan pada janin. Ibu hamil yang menderita preeklampsia cenderung akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah.

Penyebab Preeklampsia

Penyebab preeklampsia pada kehamilan diduga karena adanya kelainan pada plasenta yang menghambat pasokan nutrisi dan aliran darah. Berikut beberapa penyebab preeklampsia pada ibu hamil:

  • Terjadi kerusakan pada pembuluh darah di bagian plasenta
  • Adanya gangguan sirkulasi darah yang menuju plasenta atau uterus
  • Faktor keturunan
  • Kekurangan gizi
  • Penyakit tertentu yang diderita oleh ibu hamil

Gejala Preeklampsia

Gejala preeklampsia yang diderita oleh ibu hamil biasanya bervariasi. Selain itu, biasanya gejala tersebut akan terjadi secara tiba-tiba. Gejala preeklampsia yang umum terjadi pada ibu hamil sebagai berikut:

  • Sesak nafas
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala atau pusing
  • Terjadi kenaikan berat badan secara drastis
  • Tekanan darah meningkat
  • Sesak nafas
  • Gangguan penglihatan
  • Terdapat protein dalam urin (proteinuria)
  • Adanya pembengkakan pada bagian tangan dan wajah

Penanganan Preeklampsia

Meskipun penyebab preeklampsia belum spenuhnya diketahui secara pasti, namun kemungkinan faktor utama preeklampsia pada waktu hamil adalah kekurangan kalsium. Ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi preeklampsia pada waktu hamil. Simak beberapa cara penanganan berikut ini:

  • Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kondisi yang semakin parah yaitu dengan mencukupi kebutuhan gizi pada waktu hamil. Ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat dengan kandungan gizi seimbang. Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium sperti keju, susu dan sayuran.
  • Kenali gejala preeklampsia pada waktu hamil. Anda harus mewaspadai gejala ringan seperti sakit kepala, pusing atau berat badan yang meningkat secara drastis. Jika ada kejanggalan maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
  • Cara selanjutnya untuk mengatasi preeklampsia yaitu dengan melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter. Kontrol kehamilan akan mendeteksi sejak dini kelainan yang akan terjadi sehingga bisa dilakukan penanganan dengan cepat.
  • Untuk mencegah preeklampsia selama hamil sebaiknya Anda rutin berolahraga. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk membantu melancarkan sirkulasi darah. Anda bisa melakukan olahraga ringan khusus ibu hamil sehingga aman untuk perkembangan janin di dalam kandungan.

Itulah ulasan tentang preeklampsia pada waktu hamil. Jika ibu hamil terdeteksi mengidap kelainan tersebut sebaiknya mengontrol pola makan dengan menghindari makanan yang mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Selain itu, jangan melakukan aktivitas yang memicu kelelahan dan langkah terakhir yaitu rutin memeriksakan kehamilan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517