Sekilas Tentang Penyebab Penyakit Usus Buntu

Usus buntu bukan merupakan sebuah penyakit melainkan nama organ tubuh bagian dalam. Gejala penyakit usus buntu pada dasarnya masih jarang diketahui oleh kebanyakan masyarakat. Penyakit usus buntu paling sering terjadi pada orang yang berusia 10 – 20 tahun. Penyebab penyakit usus buntu sangat beragam dan gejalanya pun bervariasi.

Peradangan yang terjadi di usus buntu akan mengakibatkan komplikasi cukup serius. Dalam kondisi yang lebih parah maka medis akan melakukan penanganan dengan cara memotong usus buntu dengan cara operasi. Nah, salah satu gejala usus buntu yang mungkin bisa dirasakan yaitu rasa sakit tak tertahankan. Jika kondisi tersebut terjadi sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Pemeriksaan dini sangat membantu untuk mencegah kondisi dan komplikasi yang lebih parah pada penyakit usus buntu. Deteksi dini akan memudahkan dalam melakukan penanganan. Lalu apa sebenarnya apa saja penyebab usus buntu? Bisakah penyakit tersebut dicegah?

Pada dasarnya penyakit usus buntu bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebiasaab sehari-hari dan pola makan bisa menjadi salah satu penyebab penyakit usus buntu. Secara umum, sampai saat ini penyebab terjadinya usus buntu belum sepenuhnya diketahui dengan pasti. Namun kemungkinan penyakit tersebut lebih banyak diakibatkan oleh penyumbatan zat dari zat-zat yang berasal dari makanan.

Kemungkinan usus buntu bisa tersumbat oleh kelenjar getah bening akibat terjadi pembengkakan pada dinding usus. Selain itu penyumbatan bisa disebabkan oleh tinja dan bisa juga oleh faktor makanan yang Anda konsumsi. Nah, penyumbatan tersebut akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada usus buntu. Resiko yang lebih parah yaitu mengakibatkan usus buntu pecah.

Kondisi tersebut tentunya sangat berbahaya sehingga diperlukan deteksi dini dan penanganan yang benar. Jika kondisi usus buntu belum terlalu parah maka medis akan melakukan pengobatan tanpa melalui proses operasi. Namun jika kondisinya sudah parah maka harus dilakukan operasi untuk mengatasi penyumbatan tersebut sebelum akhirnya pecah dan membahayakan keselamatan jiwa.

Langkah awal untuk mendeteksi kelainan pada usus buntu yaitu menggunakan metode sederhana yaitu dengan menekan pada bagian yang sakit di sekitar usus buntu menggunakan tangan. Cara lain yaitu dengan melipat kaki sebelah kanan keatas. Disamping itu, biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui jumlah sel darah putih yang menjadi indikasi adanya infeksi.

Pemeriksaan lebih modern pada zaman sekarang yaitu dengan menggunakan USG. Melalui pemeriksaan ini maka akan terlihat jelas penyumbatan yang terjadi. Dengan mengetahui kelainan tersebut sejak dini maka Anda bisa meminimalisir resiko yang lebih parah.

Cara terbaik untuk mencegah gangguan dan infeksi pada usus buntu yaitu dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari. Bahkan pada kasus yang lebih sering terjadi pada usus buntu yaitu akibat terlalu banyak mengkonsumsi cabai sehingga biji-biji kecil tersebut terperangkap di dalam usus buntu.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517