Sekilas Tentang Penyakit Hernia Pada Bayi

Memiliki seorang anak yang terlahir sehat tentunya menjadi harapan setiap orangtua. Untuk mewujudkan hal tersebut, ibu hamil disarankan untuk mencukupi semua kebutuhan nutrisi dan menjaga kehamilan dengan baik. Namun, seringkali dijumpai gangguan kesehatan seperti penyakit hernia pada bayi. Gangguan kesehatan yang satu ini terdeteksi beberapa hari setelah bayi lahir.

Secara umum, hernia pada bayi bisa terjadi di beberapa bagain tubuh seperti pusar (umbilikalis), sekat rongga dada, pelipatan paha dan bagian perut (diafragma). Nah, pada kesempatan ini penulis akan mengulas mengenai hernia pada bagian pusar dan lipatan paha.

Jenis dan Penyebab Hernia Pada Bayi

Hernia pada bayi dan orang dewasa tentunya memiliki perbedaan. Salah satu penyebab hernia pada bayi yaitu akibat dari tidak tertutupnya lubang yang pernah ada ketika di dalam kandungan. Karena secara umum, lubang-lubang tersebut harusnya tertutup setelah bayi lahir, namun pada kondisi ini tidak terjadi penutupan secara sempurna.

Hernia yang terjadi pada bayi tidak menimbulkan keluhan sebelum adanya komplikasi. Pada beberapa kasus, seringkali orangtua tidak menyadari adanya hernia pada bayi sehingga kondisinya baru diketahui setelah benar-benar mengganggu si kecil.

  • Hernia lipatan paha

Hernia jenis ini sering terjadi pada bayi laki-laki. Penyebab hernia pada bayi di lipatan paha yaitu akibat dari saluran tempat turun buah pelir pada bagian rongga perut tetap terbuka pada saat lahir. Lubang tersebut berukuran cukup besar sehingga sebagian dari usus bayi akan ikut turun dan terjadi benjolan.

Hernia pada lipatan paha seringkali diduga sebagai hidrokel. Disamping itu, biasanya medis membutuhkan waktu untuk mendiagnosa kondisi tersebut. Hernia jenis ini sering terjadi pada bayi yang terlahir prematur. Kasus hernia seperti ini sebaiknya ditangani sejak dini sebelum menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Medis biasanya akan melakukan pemeriksaan secara teliti dan hati-hati sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. Operasi hernia akan dilakukan jika lubang tersebut berukuran sekitar 1,5 cm. Sebab jika dibiarkan, lubang tersebut kemungkinan kecil tidak akan menutup kembali.

  • Hernia umbilikalis

Hernia umbilikalis terjadi pada proses perkembangan janin selama di dalam kandungan. Kasus hernia yang satu ini terjadi akibat dari adanya celah diantara otot-otot bagian perut sehingga memicu tali pusar ke bagian dalam. Pada kondisi normal, lubang tersebut akan menutup dengan sendirinya, namun pada kasus hernia justru sebaliknya.

Hernia jenis ini harus ditangani dengan cara pembedahan jika lubang tersebut mencapai ukuran sekitar 2 cm. Apabila dibiarkan maka lubang tersebut tidak akan menutup dengan sendirinya dan bahkan menimbulkan gangguan kesehatan yang lainnya.

Setelah dilakukan operasi atau pembedahan dalam upaya menangani hernia, sebaiknya kesehatan bayi dipantau secara intensif. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi yang memperburuk kondisi si kecil.

Related Posts

Share This