Sekilas Tentang Menopause Pada Wanita

Menstruasi merupakan siklus bulanan pada wanita. Hal ini sebagai salah satu tanda bahwa rahimwanita masih dalam keadaan subur dan memungkinkan untuk bisa hamil. Seiring dengan bertambahnya usia maka proses tersebut akan terhenti atau yang biasa disebut dengan menopause. Ketika menopause pada wanita terjadi maka ovarium akan berhenti untuk menghasilkan sel telur.

Setelah terjadi menopause maka wanita tidak akan pernah lagi mengalami siklus bulanan sehingga tidak akan bisa memiliki keturunan lagi. Usia rata-rata wanita mengalami menopause yaitu 50 tahun keatas atau sekitar usia 51 dan 52 tahun. Akan tetapi hal ini masih bersifat relative sebab ada juga beberapa kasus wanita yang mengalami menopause di usia 30-an atau 40-an. Untuk menopause diusia 30-an lebih sering disebut menopause dini.

Menopause akan terjadi pada setiap wanita dengan rentang waktu yang berbeda. Hal ini terkait kondisi tubuh dan hormone yang bekerja seiring bertambahnya usia. Menopause bisa terjadi secara mendadak dan bisa juga melalui interval yang lebih panjang hingga akhirnya proses menstruasi benar-benar terhenti.

Penyebab menstruasi terhenti (menopause) tidak lain adalah akibat adanya ketidakseimbangan hormone seksual di dalam tubuh. Menjelang terjadinya menopause, proses tersebut akan melalui fase perimenopause. Hal ini ditandai dengan menurunnya kadar estrogen di dalam tubuh sehingga hal ini mengakibatkan ovarium berhenti memproduksi sel telur.

Hormon estrogen merupakan salah satu hormone seksual pada wanita yang mengontrol proses menstruasi. Ketika terjadi penurunan hormone tersebut maka akan terjadi beberapa gejala terhadap kondisi fisik maupun psikis. Berikut beberapa kondisi akibat penurunan estrogen:

  1. Kondisi vagina menjadi kering.
  2. Mood tidak menentu.
  3. Badan sering berkeringat pada malam hari.
  4. Detak jantung meningkat dan selalu berkeringat akibat terjadi kenaikan suhu badan.

Gejala-gejala yang ditimbulkan akibat menopause terkadang mengganggu. Jika ada beberapa kondisi yang mengganggu kesehatan maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini untuk mencegah kondisi yang lebih buruk pada kesehatan Anda.

Menopause terkadang mengakibatkan berbagai gangguan yang tidak diinginkan. Gejala menopause yang parah tentunya akan cukup mengganggu sehingga diperlukan sebuah pengobatan dengan benar untuk mengatasi hal tersebut berkembang lebih parah.

Nah, salah satu cara untuk melakukan perawatn pada menopause yaitu terapi dalam penggantian hormone. Hal ini biasanya ditujukan untuk meringankan gejala menopause dan mengganti hormone estrogen. Penggantian hormon tersebut biasanya sudah tersedia dalam bentuk tablet dan gel.

Jika pada gejala menopause terjadi kekeringan vagina maka bisa menggunakan pelumas vagina. Bagi wanita yang memasuki menopause sangat dianjurkan untuk mengubah pola hidup. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang tentunya menjadi salah satu solusi terbaik untuk menutrisi tubuh. Selain itu, memasuki menopause sebaiknya rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal.

Related Posts

Share This