Sebelum Anda Mengikuti Program Bayi Tabung, Sebaiknya Anda Pahami Dulu Apa Saja Resikonya

Kehamilan yang diperoleh dari program bayi tabung ternyata bukanlah satu perkara yang mudah. Bahkan, sama halnya dengan prosedur medis lainnya, bahwa ternyata program pembentukan bayi tabung ini juga memiliki resiko yang sangat luar biasa bagi Anda yang menjalankannya. Apakah Anda sudah tahu resikonya?

Nah, sebelum Anda memilih langkah untuk melakukan hal tersebut guna mendapatkan momongan, maka sebaiknya Anda kenali dulu beberapa poin resiko dari bayi tabung, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Risiko kehamilan multiple serta kelahiran prematur

Dalam program penerapan bayi tabung, pada umumnya akan dilakukan implantasi lebih dari satu embrio kedalam rahim. Nah, kehamilan dengan janin lebih dari satu atau di sebut dengan kehamilan multipleakan meningkatkan resiko terjadinya proses kelahiran prematur serta terjaidnya kelahiran dengan berat badan bayi yang sangat rendah.

2. Risiko sindroma hiperstimulasi ovarium

Adanya injeksi dari berbagai obat penyubur yang dikonsumsi, diantaranya seperti human chorionic gonadotropin atau bahkan hCG yang mana memiliki fungsi untuk penginduksi ovulasi, yang mana hal tersebut mampu menyebabkan munculnya sindroma hiperstimulasi ovarium. Umumnya, untuk kondisi seperti ini, bisa menyebabkan pembengkakan di bagian ovarium serta terasa sangat nyeri.

3. Keguguran

Kemungkinan mengalami keguguran pada wanita yang menjalankan masa kehamilan karena program bayi tabung sangatlah besar, yaitu sekitar 15-20%. Hal ini dikarenakan adanya penggunaan embrio yang mana sebelumnya dibekukan terlebih dahulu dalam prosedur bayi tabung.

4. Terjadinya komplikasi saat prosedur pengumpulan sel telur

Penggunaan jarum yang bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah sel telur juga bisa menyebabkan terjadinya pendarahan, infeksi serta adanya kerusakan terhadap organ usus, kandunga kemih bahkan pembuluh darah.

5. Peningkatan risiko cacat lahir seiring dengan peningkatan usia Ibu

Usia seorang ibu merupakan salah stau faktor utama terjadinya kelahiran bayi yang cacat, dan itu tidak peduli bagaimana metode konsepsi tersebut.

6. Peningkatan risiko kanker ovarium

Walaupun seorang ibu yang menjalankan program bayi tabung mengkonsumsi sejumlah obat-obatan yang memang digunakan untuk memberikan stimulasi bagi pertumbuhan sel telur, yang memang diduga erat kaitannya dengan peningkatan resiko terjadinya kanker ovarium, namun sampia saat ini masih dilakukannya beberapa study lanjutan, maka dari itu hal ini masih belum bisa di benarkan, namun Anda wajib untuk terus waspada.

7. Tekanan mental pada pasangan yang menjalani prosedur bayi tabung

Adanya beban finansial juga kelelahan terhadao fisik juga emosional yang memang bisa muncul ketika pasangan mulai menyepakati untuk menjalankan program juga prosedur bayi tabung tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan kesiapan yang matang ketika Anda memilih jalan ini untuk mendapatkan momongan.

Dan itulah beberapa resiko bayi tabung yang memang harus Anda ketahui sebelum Anda mengambil keputusan. Bukan hanya itu, ketika Anda memutuskan untuk menjalankan program ini guna mendapatkan momongan, Anda juga membutuhkan dukungan dari pasangan Anda, keluarga dan juga teman-teman dekat. Hal ini bertujuan agar Anda dengan pasangan bisa tetap kuat menjalani serangkaian program bayi tabung serta proses perawatan kesuburan juga berbagai tahapan lainnya sampai benar-benar program tersebut berhasil.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517