Santan Sebagai Sumber Lemak Alami Yang Bermanfaat Untuk Pertumbuhan Bayi

Bayi berusia 6 bulan sudah bisa diperkenalkan dengan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI. Pemberian makanan padat untuk bayi harus dilakukan secara bertahap supaya bayi lebih mudah untuk beradaptasi dengan makanan selain ASI. Selain itu, pemberian makanan padat secara bertahap akan mencegah terjadinya alergi makanan pada bayi. Memilih jenis makanan padat untuk bayi harus selektif dan hati-hati supaya tidak berbahaya bagi kesehatan bayi. Selain jenis makanan, Anda juga harus memperhatikan citarasa makanan dan penambahan bumbu pada makanan bayi.

Santan bermanfaat untuk pertumbuhan bayi

Pada awal pemberian makanan pendamping ASI untuk bayi tidak dianjurkan untuk menambahkan gula atau garam karena sistem pencernaan bayi belum bisa beradaptasi dengan sempurna. Apabila bayi sudah berusia 9 bulan maka pemberian makanan pendamping ASI sudah bisa diberikan berbagai macam rasa termasuk penambahan santan pada makanan bayi. Makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi berusia 9 bulan bisa berupa nasi tim dengan campuran santan dan sayuran. Santan dihasilkan dari buah kelapa dan mempunyai kandungan lemak yang berguna untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi pada tahap pertumbuhan.

Manfaat Penambahan Santan Pada Makanan Pendamping ASI

Santan mengandung serat, kalsium, protein dan asam lemak omega-3. Selain itu, santan juga mengandung asam folat, potassium, vitamin C, zinc, posfor, tembaga, magnesium, kolin, thiamin, vitamin B6, vitamin K dan zat besi. Kandungan nutrisi pada santan sangat berguna untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi pada masa pertumbuhan.

Meningkatkan perkembangan otak bayi. Santan mengandung asam lemak omega-3 yang berguna untuk meningkatkan perkembangan dan kecerdasan otak bayi.  Makanan yang bersantan sebaiknya diberikan pada bayi ketika sudah berusia satu tahun. Pada usia tersebut sistem pencernaan bayi sudah mampu mencerna dengan baik sehingga tidak akan berbahaya bagi kesehatan bayi.

Berperan penting pada metabolisme tubuh. Kandungan lemak alami pada santan berperan penting dalam memperlancar metabolisme didalam tubuh bayi. Pemberian makanan yang mengandung santan tidak boleh terlalu sering karena bisa membahayakan kesehatan pencernaan bayi.

Membantu penyerapan vitamin. Pemberian makanan yang mengandung santan secara teratur akan membantu mengoptimalkan penyerapan vitamin seperti vitamin A, vitamin E, vitamin D serta vitamin K yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi.

Sumber lemak alami untuk bayi. Kandungan lemak pada santan bermanfaat sebagai sumber kalori untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada masa pertumbuhan. Supaya kandungan nutrisi pada santan bisa diserap secara optimal maka pemberian makanan yang mengandung santan sebaiknya setelah bayi berusia 9 bulan atau satu tahun.

Mengoptimalkan sistem organ pada bayi. Santan adalah salah satu sumber lemak yang bermanfaat dalam menunjang pembentukan sistem organ secara optimal seperti ginjal, hati, kelenjar adrenalin, plasma darah dan pembentukan empedu.

Santan bisa dijadikan campuran dalam membuat bubur untuk bayi. Akan tetapi perlu diingat bahwa bubur yang dicampur santan harus diberikan hanya untuk sekali makan. Hal ini karena makanan yang dicampur santan akan mudah basi apabila dibiarkan terlalu lama. Selain itu, pemberian makanan yang mengandung santan harus teratur dan tidak boleh berlebihan.

Related Posts

Share This