Saat yang Tepat Memberikan Terapi Musik Untuk Bayi

Ibu hamil pastinya membutuhkan yang namanya rileksasi, dan rileksasi ini juga bisa dilakukan dengan cara mendengarkan musik untuk bayi kapan saja dan dimana saja. Karena rangsangan yang berupa suara yang bisa menenangkan juga bisa dinikmati oleh janin yang ada di dalam kandungan. Akan tetapi, berdasarkan ungkapan dari Dra. Hj. Iesye Widodo, Psi., ahli terapi musik dari klinik Tiara Putera, guna hasil yang lebih optimal, terapi musik untuk bayi yang masih berada di dalam kandungan harus dilakukan secara terprogram, dan tidak dilakukan secara sembarangan.

Memang sudah kita ketahui, bahwa keadaan otak janin memang sudah berkerja sejak usia kehamilan 16 minggu. Setelah melalui proses pembentukan, kesempurnaan otak janin mulai terjadi di usia kandungan 18-20 minggu. Dan diusia inilah terapi musik untuk bayi dalam kandungan harus mulai dilakukan, dikarenakan alat indera pendengar janin sudah mulai sempurna. Akan tetapi, di usia kehamilan trimester pertama pun ibu hamil juga boleh melakukannya, walaupun keadaan janin masih belum bisa bereaksi. Namun terapi ini lebih ditunjukkan bagi ibu guna mengurangi kadar stress ketika ia menjalankan masa mual serta muntah-muntah atau lebih dikenal dengan morning sickniess. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Dra. Hj. Iesye.

Bagi anak sendiri, terapi musik untuk janin paling efektif mulai diterapkan ketika ia masih berada di dalam kandungab sampai usianya menginjak 3 tahun. Mengapa seperti itu? Karena selama periode ini, otak si kecil mulai mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang cukup pesat. Akan tetapi, bukan berarti di usia anak yang selanjutnya terapi musik tidak akan membawa manfaat yang baik, hanya saja potensi rangsangannya semakin berkurang dari tahun ke tahunnya. Oleh karena itu, sampai usia berapapun terapi musik ini masih membawa manfaat yang baik.

Bukan hanya itu, Dra. Iesye juga menekankan, bahwa ibu juga bisa menentukan sendiri waktu terapi yang tepat, boleh di lakukan di pagi hari, siang, sore bahkan malam hari. Yang penting adalah, ketika Anda telah memilih waktunya, maka ibu diharuskan konsisten dengan waktu yang telah di pilih tersebut. Yaitu jika Anda memilih melakukan rangsangan di pagi hari, maka seterusnya Anda harus melakukannya di pagi hari. Jika Anda memilih waktu di malam hari, maka selanjutnya Anda harus melakukan di malam hari. Karena jika tidak konsisten, maka hasil yang di dapat juga tidak sesuai dengan apa yang di harapkan.

Bukan hanya waktu ibu, Anda juga harus memperhatikan waktu janin. Karena bagaimanapun juga, menurut Iesye, akan lebih baik jika terapi di lakukan ketika janin yang ada di dalam kandungan tidak dalam keadaan tidur. Karena di saat terjaga, janin mampu menyimak rangsangan suara secara aktif. Dengan begitu, daya ingat si kecil juga akan ikut terangsang serta bertambah kuat.

Nah, ketika bayi sudah lahir, dengan melihat kondisinya sehari-hari, maka ibu bisa jauh lebih mudah menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan terapi musik ini. Jika si kecil bisa terjaga dengan tenang di pagi hari, maka Anda bisa memilih waktu tersebut, pastinya dengan mempertimbangkan waktu yang dimiliki oleh ibu juga.

Nah itulah ulasan mengenai saat yang tepat untuk memberikan terapi musik untuk bayi. Semoga ulasan kami kali ini memberikan manfaat yang baik untuk anda semua.

Related Posts

Share This