Resiko Obesitas Pada Anak Meningkat, Jika Sering Melihat Tokoh Kartun Gendut

Banyak diantaranya orangtua yang beranggapan, kalau pola makan yang tidak baik di tambah rasa malas untuk berolahraga merupakan salah stau faktor utama si kecil memiliki ukuran badan yang besar. Akan tetapi, apakah Anda pernah berfikir, jika tontonan kartun yang di saksikan si kecil juga memiliki kaitan dengan resiko mereka memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas?

Sebuah studi yang memang berjudul ‘Kids, Cartoons, and Cookies’ menyebutkan, bahwa anak-anak yang berada di tahun awal atau pertama serta tahun kedua mereka bersekolah, mereka memiliki kemungkinan yang besar untuk mengkonsumsi berbagai macam makanan yang memang berisfat tidak sehat dalam jumlah yang berlebih, apalagi ketika si kecil menonton tokoh kartun kesukaan mereka yang memang memiliki postur tubuh yang juga sama-sama gemuk.

Untuk sebuah study ini, para peneliti yang memang diketuai oleh Prof Margaret Campbell meminta bantuan kepada 2 kelompok anak-anak yang memang mau membantunya. Setiap kelompok masing-masing diberi tontonan yang berbeda, kelompok yang pertama di berikan tontonan film kartun yang memiliki tokoh utama dengan kondisi tubuh yang langsing, sementara itu kelompok yang lainnya diberi tontonan dengan tokoh kartun yang memiliki bentuk badan yang besar.

Setelah mereka melihat film kartun yang diberikan tersebut, maka mereka akan di berikan makanan atau snack. Dan alhasil, anak-anak yang memang menonton film kartun dengan tokoh yang gemuk dengan  memakan cemilan dalam jumlah yang cukup banyak jika dibandingkan dengan mereka anak-anak yang menonton kartun dengan tokoh kurus.

“Anak yang melihat tokoh kartun gemuk makan rata-rata 4,2 kue sedangkan yang melihat tokoh kartun kurus mengonsumsi 3 kue. Namun, hal berbeda terjadi ketika anak diberi pesan kesehatan yaitu makanan apa yang harus diperbanyak dan dihindari demi membuat tubuh mereka sehat,” ungkap Prof Campbell.

Dan untuk pesan kesehatan yang memang hendak diberikan kepada anak-anak yaitu, terutama hal yang memang bisa membuat mereka sehat yakni, mereka lebih baik mengutamakan istirahat atau tidur daripada harus meononton TV , apalagi tontonan yang tidak memiliki mutu yang bagus. Atau bahkan, sebaiknya si kecil diberikan susu daripada ia harus mengkonsumsi minuman yang manis.

Nah, di kutip dari healt.detik pada Selasa (20/10/2015), Prof Campbell mengungkapkan, bahwa si kecil yang memang sering melihat tokoh kartun yang gendut, namun setelah itu diberikan pesan kesehatan, maka jumlah cemilan yang memang kerap kali mereka konsumsi juga ikut menurun. Yang awalnya harus berjumlah 4,2 kue, maka rata-rata konsumsi tersebut akan berkurang menjadi 3 kue saja dalam 1 kali konsumsi.

“Dari studi ini kami memiliki kesimpulan bahwa lingkungan memang amat berpengaruh pada risiko gemuk seorang anak. Jika lingkungan tidak mendukung anak hidup sehat, sudah sepatutnya orang tua memberi pengetahuan dan selalu mengingatkan anak soal gaya hidup sehat,” tutur Prof Campbell.

Bukan hanya itu, Anda juga harus memberikan batasan kepada si kecil ketika mereka hendak menonton TV, dan sudah sepatutnya Anda sebagai orangtua memberikan pengawasan juga batasan. Apalagi, tokoh atau pemain kartun dengan ukuran badan yang besar akan sangat identik dengan sosok atau karakter yang menggemaskan. Sehingga, Anda sebagai orangtua sangat penting untuk mengedukasi si kecil terkait betapa pentingnya menerapkan gaya hidup yang sehat, salah staunya yaitu menghindari kegemukan atau kelebihan berat badan.

“Jangan pula membiarkan anak makan sambil nonton TV. Orang tua harus bisa membedakan mana jam anak untuk makan dan mendapat hiburan,” tambah Prof Campbell.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517