Resiko Cedera Otak Bisa Meningkat Karena Mengkonsumsi Minuman Energi, Benarkah?

Bukan hanya orang dewasa, ternyata di zaman ini para remaja juga banyak memanfaatkan minuman berenergi guna membuat keadaan tubuh mereka tetap dalam keadaan bugar juga memiliki stamina yang baik.

Dan berdasarkan hasil study terbaru yang memang telah dilakukan oleh para peneliti di daerah Ontario, Kanada menyebutkan, bahwa para remaja yang memnang mengkonsumsi minuman berenergi dengan jumlah atau dosis yang banyak memiliki resiko jauh lebih besar mengalami cedera di bagian otak mereka.

Bahkan resiko yang akan mereka alami jauh lebih besar jika dibandingkan dengan remaja yang memang tidak pernah sama sekali mengkonsumsi minuman untuk menambah energi yang memang memiliki kandungan kafein yang sangat tinggi.

Bahkan dalam study yang dilakukan tersbeut, para ahli meneliti suatu informasi serta survey terhadap anak-anak remaja dengan jumlah 10.000 orang lebih, yaitu anak-anak SMP juga anak-anak SMA dengan kisaran umur 11-20 tahun. Ketika itu mereka diberikan beberapa pertanyaan terkait kesukaan mereka mengkonsumsi minuman berenergi.

Bukan hanya itu, bahkan mereka juga diberikan pertanyaan terkait cedera otak yang diakibatkan oleh trauma yang memang mereka pernah mengalaminya serta menyebabkan mereka tidak sadarkan diri sekitar 5 menit lamanya. Atau bahkan cedera otak tersebut yang memang membuat mereka terpaksa harus di rawat di rumah sakit hanya karena mereka mengalami trauma terhadap otak mereka.

Dan hasilnya diketahui, bahwa ada sebanyak 22% para remaja yang mengkonsumsi minuman berenergi yang mengatakan bahwa mereka memang pernah mengalami yang namanya trauma di bagian otak selama mereka menjalankan masa hidupnya, dan 6% dari mereka menyebutkan bahwa mereka hanya mengalami trauma tersebut pada beberapa tahun lalu. Dan banyak diantaranya yang memang mengaku mereka mengalami hal tersebut ketika mereka tengah berolahraga.

“Ada hubungan antara konsumsi minuman berenergi dengan trauma cedera otak. Bagi mereka yang mengonsumsi, berisiko 5 kali lebih besar terkena trauma akibat cedera otak,” jelas dr Michael Cusimano, seorang tim ahli bedah saraf yang bertugas di St. Michael’s Hospital, Toronto, yang kami kutip dari health.detik.com (19/09/2015)

Berdasarkan hasil yang diperoleh para peneliti, mereka menyebutkan bahwa mengkonsumsi minuman energi yang memang memiliki kandungan kafein yang sangat tinggi yang mana mampu menghambat kondisi tubuh anak-anak untuk mendapatkan kesembuhan dari trauma yang dialami.

Apalagi di usia yang masih sangat remaja, keadaan otak mereka tengah ada dalam keadaan berkembang, maka hal ini memiliki kemungkinan yang besar mampu menghambat juga bisa membahayakan perkembangan otak mereka.

“Minuman berenergi dengan kandungan kafein yang sangat tinggi bisa mengubah keadaan tubuh manusia, di mana tubuh akan sulit beradaptasi setelah terkena trauma,” jelas dr Cusimano kembali

Memang tidak ada larangan bagi remaja untuk mengkonsumsi minuman energi, namun ingat, konsumsilah dalam jumlah yang tidak berlebih. Mengapa? Karena apapun yang bersifat berlebihan memang tidak baik, bahkan mampu membahayakan kesehatan tubuh kita. Termasuk dalam mengkonsumsi minuman yang berenergi.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517