Resep Tim Telur dan Sayuran Untuk Bayi

Sumber makanan utama bayi sampai usia 2 tahun adalah ASI. Namun di sela-sela pemberian ASI, Anda harus memberikan makanan pendamping ASI yang sehat dan bergizi. Mengapa demikian? Seiring dengan bertambahnya usia bayi maka kebutuhan nutrisinya akan semakin meningkat dan tidak sepenuhnya bisa tercukupi oleh ASI.

Makanan pendamping ASI mulai diperkenalkan pada bayi sejak usia 6 bulan dan diberikan secara bertahap. Ketika menginjak usia 9 bulan, si kecil sudah memiliki kemampuan untuk mengunyah dan menelan makanan dengan baik sehingga Anda bisa memberikan makanan yang bertekstur lebih padat seperti nasi tim.

Nasi tim untuk bayi usia 9 bulan keatas bisa Anda variasikan dengan beragam jenis sayuran dan bahan makanan bergizi lainnya. Salah satunya yaitu nasi tim telur dan sayuran. Bahan-bahan yang diperlukan dan cara membuatnya sangat mudah sehingga bisa Anda praktekan sendiri di rumah. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

Bahan yang diperlukan:

  • 20 gram beras
  • 25 gram tempe
  • 30 gram wortel
  • 25 gram daun sawi (iris kasar)
  • 25 gram tomat matang (bersihkan kulit dan bijinya)
  • 1 kuning telur
  • 5 liter air
  • 1 sdt minyak zaitun

Cara membuat tim telur dan sayuran:

  1. Masak beras dan tempe hingga matang dan lunak.
  2. Masukkan tomat, wortel dan sawi. Masak hingga matang.
  3. Tambahkan minyak zaitun dan kuning telur. Masak sampai mendidih. Kemudian angkat.
  4. Sajikan segera selagi hangat.

Kandungan gizi telur tidak perlu diragukan lagi. Kuning telur merupakan sumber vitamin B kompleks dan kolin yang berperan penting dalam membantu fungsi saraf. Kolin juga berfungsi dalam membantu perkembangan otak janin. Selain itu, telur juga mengandung karotenoid yang berperan sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan pada mata.

Dalam membuat nasi tim telur dan sayuran, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Salah satunya yaitu faktor alergi. Jika Anda mempunyai riwayat alergi telur sebaiknya jangan memberikan menu makanan yang mengandung telur pada bayi. Selain itu, perhatikan juga faktor kebersihan dari setiap bahan yang digunakan supaya tidak mengganggu sistem pencernaan si kecil.

Related Posts

Share This