Reaksi Yang Paling Umum Terjadi Pada Tubuh Bayi Setelah Diberi Vaksin

Pada awal kelahiran, bayi memiliki sistem kekebalan tubuh alami yang merupakan bawaan dari sang ibu. Akan tetapi kekebalan tubuh tersebut hanya bersifat sementara dan belum sepenuhnya berfungsi dengan sempurna untuk menangkal serangan berbagai macam penyakit. Sistem kekebalan tubuh ini perlahan akan melemah sehingga tubuh bayi rentan terkena serangan penyakit. Maka dari itu bayi membutuhkan vaksin atau imunisasi untuk membentuk dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh bawaan yang telah ada.

Reaksi Vaksin Pada Anak-anak

Vaksin yang diberikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak pada dasarnya dibuat dari kuman atau bakteri yang telah dilemahkan. Ketika kuman tersebut masuk ke dalam tubuh maka akan bereaksi membentuk antibodi untuk menangkal serangan penyakit. Imunisasi yang diberikan untuk bayi berperan penting dalam merangsang tubuh untuk membentuk sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

Reaksi Vaksin Pada Anak-anak

Vaksin atau imunisasi terkadang menimbulkan efek samping pada tubuh anak-anak. Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan suatu pertanda bahwa vaksin bekerja dengan baik. Berikut ini beberapa reaksi vaksin yang terjadi pada anak-anak.

  1. Reaksi vaksin yang paling umum

Reaksi vaksin yang bersifat umum menunjukan gejala-gejala yang wajar pada anak sehingga kondisi seperti ini tidak perlu membuat Anda panik. Pada umumnya setelah dilakukan vaksinasi tubuh anak akan bereaksi untuk membentuk dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.  Rekasi yang paling umum terjadi pada anak-anak yaitu:

  • Suhu tubuh anak Anda tiba-tiba naik setelah diberikan vaksin? Tidak perlu khawatir selama suhu tubuhnya masih dalam batas wajar. Kondisi seperti ini merupakan suatu pertanda bahwa vaksin bekerja dengan baik. Suhu tubuh anak setelah diberi vaksin biasanya naik sampai 38 derajat celcius dalam rentang waktu satu sampai dua hari setelah dilakukan imunisasi.
  • Bengkak pada bekas suntikan. Setelah dilakukan vaksin biasanya terjadi pembengkakan pada area yang disuntik. Selain itu biasanya terlihat memerah pada area tersebut. Kondisi ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan karena beberapa hari pembengkakan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.
  • Bayi Anda mungkin akan menjadi rewel setelah diberikan vaksin. Selain itu, bayi juga akan menunjukan gejala mudah mengantuk setelah satu atau dua hari setelah diberikan vaksin. Anda tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tersebut selama bayi masih bisa ditenangkan dan dibangunkan secara normal.
  1. Reaksi vaksin yang serius

Reaksi vaksin yang lebih serius jarang sekali dialami oleh bayi. Kalaupun ada hanya satu ada beberapa bayi yang mengalami hal tersebut. Berikut ini ada beberapa gejala dari reaksi vaksin yang lebih serius.

  • Bayi tiba-tiba demam dengan suhu tubuh yang tinggi mencapai 40 derajat celcius. Apabila gejala tersebut terjadi pada bayi Anda maka sebaiknya segera lakukan penanganan atau bawa ke dokter.
  • Bersikap ekstrem dan rewel sehingga tidak bisa ditenangkan. Biasanya bayi menangis secara terus menerus selama beberapa jam tanpa bisa ditenangkan.
  • Bayi terlihat lesu dan tidak responsive ketika diberi rangsangan. Apabila Anda mendapatkan kondisi bayi yang terkulai lemah setelah diberikan vaksin maka harus diwaspadai dan lakukan konsultasi dengan dokter.
  • Kondisi selanjutnya yaitu bayi mengalami kejang. Meskipun kondisi seperti ini jarang terjadi akan tetapi harus diwaspadai apabila terjadi setelah imunisasi dan harus segera mendapatkan perawatab medis dengan benar.

Demikian reaksi yang paling umum terjadi pada bayi atau anak-anak setelah diberi vaksin. Anda tidak perlu khawatir selama reaksi tersebut bersifat normal. Apabila mendapati kondisi yang tidak wajar sebaiknya segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517