Proses Melahirkan Bayi Secara Normal

Melahirkan merupakan saat yang sangat ditunggu-tunggu sekaligus menjadi suatu momen yang mendebarkan dan menegangkan bagi ibu hamil terutama bagi wanita yang baru pertama kali menghadapi proses melahirkan. Tidak aneh kalau seorang wanita yang baru pertama kali menghadapi proses melahirkan akan merasa cemas dan  khawatir. Banyak metode yang bisa dipilih dalam proses melahirkan seperti metode melahirkan dengan cara caesar. Akan tetapi jika kondisi kandungan tidak ada kelainan alangkah lebih baiknya melakukan persalinan dengan metode yang normal.

Proses melahirkan normal

Proses melahirkan bayi secara normal terjadi pada usia kandungan sudah mencapai usia 9 bulan, prosesnya berlangsung tanpa ada bantuan alat ataupun obat-obatan. Proses melahirkan yang normal melalui beberapa tahapan yang membuat jalan kelahiran terbuka dan persalinan berjalan sempurna. Proses persalinan yang normal tidak membutuhkan waktu yang lama. Pada keadaan normal persalinan melewati tiga tahap yaitu tahap pembukaan, mengejan (pengeluaran bayi) dan pengeluaran plasenta.

Tahap Melahirkan Bayi Secara Normal

Tahap Pembukaan

Pada tahapan awal ini ibu hamil akan mengalami kontraksi ringan yang menyebabkan terjadinya pembukaan pada mulut rahim. Kontraksi ini akan terjadi setiap 10–20 menit dengan lama kontraksi 30–60  detik yang disebut fase laten. Waktu yang diperlukan sekitar 18 jam sampai jalan bayi terbuka dengan sempurna. Kemudian setelah itu ada fase aktif yang terbagi dalam tiga bagian yaitu akselerasi berlangsung kurang lebih dua jam dengan pembukaan 4 cm, dilatasi maksimal terjadi pembukaan menjadi 9 cm dan berlangsung selama dua jam dan deselerasi berlangsung lambat serta pembukaan jadi 10 cm.

Tahap mengejan (pengeluaran bayi)

Tahap selanjutnya pada proses melahirkan dengan normal adalah pengeluaran bayi. ketika jalan bayi sudah terbuka maka bayi akan mendesak keluar, bayi melakukan dorongan menuju ke mulut rahim. Supaya bayi bisa keluar maka sang ibu harus membantu mendorong bayinya dengan cara mengejan. Gejala yang dirasakan ibu hamil pada tahap ini yaitu seperti mau buang air, kemudian vulva membuka dan varineum menonjol hingga akhirnya ibu hamil bisa mengeluarkan bayinya.

Tahap pengeluaran plasenta

Setelah bayi keluar atau lahir maka ada tahapan untuk mengeluarkan plasenta, pada tahap ini berlangsung sekitar kurang lebih 30 menit. Ditandai dengan keluarnya darah akibat dari terlepasnya plasenta dari dinding rahim. Pada tahap ini berlangsung sekitar 15 – 20 menit.

Tips untuk menghadapi persalinan normal

Wanita yang baru pertama kali akan melahirkan pasti banyak ketakutan dan kekhawatiran yang melanda dirinya, ada cara untuk menghilangkan rasa takut anda ketika akan menghadapi proses melahirkan bayi normal

  • Usahakan tidak tegang (rileks)

Pikiran harus tenang dan tidak boleh tegang ketika akan melahirkan, sebab jika anda tegang dan tidak rileks akan membuat otot anda menjadi kaku sehingga akan terasa sakit. Pada waktu melahirkan diperlukan otot-otot yang lentur terutama pada bagian paha, perut ataupun pinggul supaya proses keluarnya bayi menjadi lancar.

  • Teknik pernapasan harus benar

Melakukan teknik pernapasan yang benar ketika melahirkan akan membantu melancarkan proses keluarnya bayi. selain itu, jika pernapasan benar maka akan dapat mengatur energi untuk mengejan dan mendorong bayi keluar.

  • Harus yakin

Yakinkan diri anda dan ubah pandangan kalau melahirkan itu sebenarnya tidak menyakitkan, hal ini akan membantu anda menjadi lebih berani dan rileks dalam menghadapi proses melahirkan.

  • Bergerak aktif ketika kontraksi

Sebaiknya pada waktu kontraksi terjadi anda jangan diam saja, akan lebih baik kalau anda banyak bergerak untuk mempercepat proses pembukaan sehingga bayi akan mudah keluar.

  • Berdo’a

Memohon pertolongan kepada Tuhan merupakan cara yang bisa anda lakukan supaya proses melahirkan bayi dengan normal akan berjalan lancar.

Cara diatas bisa anda terapkan untuk menghadapi proses melahirkan bayi secara normal supaya berjalan lancar dan anda siap baik secara fisik ataupun mental.

Related Posts

Share This