Pola Hidup Sehat: Amankah Makanan Yang Dibakar dan Digoreng?

Makanan yang dibakar dan digoreng sangat tren di kalangan masyarakat. Selain praktis, makanan dengan pengolahan tersebut dinilai lebih sedap dan lezat. Tidak heran jika banyak rumah makan dan restaurant yang menjual makan dengan cara pengolahan tersebut. Namun dalam hal ini muncul pro dan kontra mengenai makanan yang dibakar serta digoreng. Banyak yang mengatakan bahwa makanan tersebut tidak termasuk dalam kategori penerapan pola hidup sehat.

Makanan yang diolah dengan cara dibakar seperti ayam bakar, ikan bakar ataupun sate dinilai mengandung zat karsinogen. Zat tersebut berpotensi menyebabkan dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Sebagian orang berpendapat bahwa makanan yang digoreng lebih berbahaya karena bisa meningkatkan resiko kolesterol tinggi.

Makanan Dengan Proses Pengolahan Digoreng

Makanan yang diolah dengan cara digoreng memang beresiko mengandung minyak tinggi dan berpotensi kolesterol. Namun tentu saja dalam hal ini dikatakan berbahaya apabila minyak yang digunakan adalah jenis minyak tidak sehat. Minyak penggorengan yang digunakan lebih dari tiga kali memiliki kandungan yang bisa membahayakan tubuh.

Penggunaan minyak secara berulang (minyak jelantah) berpotensi menyebabkan kolesterol jahat meningkat sehingga beresiko penyakit jantung. Adapun dalam jangka pendek bisa mengakibatkan gatal dan radang tenggorokan. Maka dari itu, makanan yang digoreng dinilai tidak aman jika menggunakan minyak tidak sehat.

Makanan yang diolah dengan cara digoreng dikatakan aman apabila memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Hindari penggunaan minyak bekas secara berulang.
  • Jangan menggoreng makanan terlalu lama atau bahkan hingga gosong karena akan menghilangkan kandungan nutrisi dan menyebabkan lemak jahat meningkat.
  • Usahakan supaya makanan yang Anda goreng tidak mengikat terlalu banyak minyak karena bisa membahayakan kesehatan.

Makanan Dengan Proses Pengolahan Dibakar

Mengolah makanan dengan cara dibakar terkadang menjadi kebiasaan banyak orang terutama dalam mengolah ikan dan daging. Cara ini dinilai lebih baik karena bisa membuat citarasa makanan menjadi lebih enak dan sedap. Namun tahukah Anda jika pengolahan makanan dengan cara dibakar pada suhu tinggi bisa merusak kandungan protein pada ikan dan daging.

Protein tersebut akan berubah menjadi heterosiklik jika masuk kedalam tubuh sehingga beresiko terhadap penyakit kanker payudara., kanker lambung, usus, besar dan lain sebagainya. Maka dari itu, Anda harus memperhatikan beberapa hal jika ingin mengolah daging dengan cara dibakar. Berikut tips untuk menghindari resiko bahaya dari makanan yang dibakar!

  • Pilih jenis daging yang sehat

Semua daging dari kelompok ikan dan unggas tentunya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Dalam hal ini disarankan bagi Anda untuk memilih daging tanpa lemak sehingga bisa menekan resiko bahaya ketika diolah dengan cara dibakar.

  • Panggang dengan cara yang tepat

Pada saat membakar makanan tersebut, usahakan supaya jaraknya tidak terlalu dekat. Sebab jika terlalu dekat dengan api bisa menyebabkan kandungan protein dari makanan tersebut rusak. Disamping itu, panggang sebentar saja dan sebelumnya rebus terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghindari karsinogen pada daging yang dibakar.

  • Jangan terlalu sering

Jika mengkonsumsi makanan yang dibakar terlalu sering dan dalam jagka panjang maka sangat beresiko berdampak buruk bagi tubuh. Maka dari itu, batasi konsumsi konsumsi makanan ini untuk menghindari zat karsinogen penyebab penyakit kanker.

Related Posts

Share This