Perkembangan Balita: Penyebab Balita Kesulitan Berjalan

Perkembangan balita. Kemampuan berjalan setiap anak berbeda-beda, namun secara umum pada usia 12 bulan si kecil sudah mulai menunjukan tanda-tanda untuk berjalan. Beberapa anak sudah memiliki kemampuan untuk berjalan pada usia tersebut. Bahkan sebagian anak sudah memiliki kemampuan tersebut sejak berusia 9 bulan.

Apabila masih dalam rentan usia yang wajar, seorang anak tidak digolongkan terlambat berjalan. Namun jika si kecil sudah berusia 18 bulan dan belum memiliki kemampuan tersebut maka Anda perlu khawatir dan segera berkonsulitasi dengan dokter.

Ketika si kecil melewati usia 18 bulan dan belum menunjukan kemampuan untuk berjalan maka hal ini bisa menjadi indikasi kesulitan bayi berjalan akibat perkembangan saraf yang terganggu. Dalam hal ini erat sekali kaitannya dengan perkembangan motorik kasar. Jika perkembangan motorik kasar tergganggu maka akan mengganggu keseimbangan yang menstimulasi gerakan bayi.

Dalam tahap perkembangan anak balita tentunya memiliki tahapan yang berbeda, namun perbedaan tersebut memiliki batasan yang wajar. Nah, makanya dalam hal ini peran penting orangtua untuk memmberikan stimulasi sangatlah dibutuhkan.

Stimulasi dasar diperlukan untuk membantu perkembangan motorik kasar dan halus pada bayi. Stimulasi untuk melatih kemampuan si kecil dalam berjalan hendaknya Anda lakukan sejak dini. Dengan begitu motorik kasar dan halus pada anak akan mulai berkembang dengan baik sesuai dnegan tahapannya.

Berikut Penyebab Balita Kesulitan Berjalan

  1. Kematangan saraf

Salah satu penyebab anak lambat berjalan yaitu tingkat kematangan saraf. Perlu Anda ketahui bahwa tingkat kematangan dari sistem saraf memiliki peranan penting dalam mengatur setiap gerakan tubuh. Pada dasarnya bayi yang baru lahir belum memiliki kematangan saraf sehingga dalam hal ini diperlukan stimulasi secara bertahap sesuai dengan tahap perkembangnnya.

  1. Gangguan sensoris

Terjadinya gangguan pada kemampuan berjalan bayi usia 18 bulan bisa diakibatkan oleh keterlambatan sensitivitas pada bagian kaki dan tangan, Hal ini berkaitan dengan gangguan sensoris. Balita yang mengalami gangguan sensoris cenderung merasa tidak nyaman dan terlihat gelisah. Biasanya mereka sangat sensitif dengan suara atau cahaya. Bahkan anak yang mengalami gangguan ini kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhnya.

  1. Terganggunya keseimbangan

Gangguan keseimbangan diakibatkan oleh dysfunction of sensory integration (DSI). Kondisi ini cenderung membuat si kecil ketakutan dengan aktivitas tertentu seperti menaiki mainan bergoyang dan merasa canggung ketika melakukan aktivitas.

  1. Kelainan psikologis

Keterlambatan untuk berjalan tidak hanya diakibatkan oleh kondisi fisik saja, akan tetapi hal ini juga bisa diakibatkan oleh keadaan psikologis. Anak yang mendapatkan pola asuh terlalu keras cenderung akan merasa trauma sehingga menghambat perkembangan motorik kasarnya. Disamping itu, anak yang tidak mendapatkan stimulasi juga menjadi penyebab terlambatnya kemampuan untuk berjalan.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517