Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Tangisan si kecil beberapa saat setelah lahir merupakan kebahagiaan bagi Anda. Bayi yang didambakan akhirnya terlahir dengan sehat dan menggemaskan. Dalam hal ini tentunya Anda harus menunjang tumbuh kembang si kecil dengan cara memberikan asupan makanan bergizi melalui ASI selama 6 bulan. Namun terkadang muncul beberapa permasalahan terkait dengan hal tersebut yaitu ASI tidak keluar setelah melahirkan.

ASI tidak keluar setelah melahirkan tentunya akan menjadi sumber permasalahan untuk tumbuh kembang si kecil. ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi dibawah 6 bulan. ASI memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap dan tidak ada yang bisa menggantikannya.

ASI belum keluar setelah melahirkan tidak boleh dianggap sepele karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Dalam hal ini Anda harus senantiasa berusaha untuk mencari solusi sehingga si kecil akan mendapatkan ASI secara ekslusif.

Setiap wanita mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam hal menkghasilkan ASI. PAda sebagian kasus, beberapa wanita baru bisa memberikan ASI pada bayi di hari ketiga atau keempat. Namun sebagian wanita bisa langsung memberikan ASI sesaat setelah bayi lahir.

Hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan kemampuan tubuh untuk menkghasilkan hormone. Dalam hal ini hormone prolaktin berperan penting untuk menghasilkan ASI. Namun, hormone tersebut bisa dihambat oleh progesterone sehingga mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut tentunya menyebabkan ASI susah untuk keluar.

Adapun Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Adalah Sebagai Berikut:

  1. Melahirkan dengan operasi caesar. Wanita yang menjalani proses persalinan dengan caesar akan mengalami masalah dalam hal menyusui. Biasanya proses operasi caesar akan menyebabkan ASI terhambat. ASI membutuhkan waktu untuk keluar sehingga Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter terkait dengan asupan nutrisi pertama kali untuk bayi.
  2. Bagian plasenta masih tertinggal. Pada proses persalinan terkadang terdapat gangguan yang tidak diharapakan seperti tertinggalnya bagian plasenta. Kondisi tersebut akan berdampak terhadap produksi ASI. Dalam hal ini sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat.
  3. Stres pasca melahirkan menjadi pemicu ASI susah keluar. Biasanya stres tersebut dipicu oleh trauma melahirkan atau karena masalah lain yang berkaitan dengan proses persalinan.
  4. Terjadi pembengkakan pada payudara sehingga produksi ASI terhambat. Adapun jika ASI keluar maka hanya sedikit.

Permasalahan ASI susah keluar sebenarnya bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan bergizi pada waktu menjalani masa kehamilan. Selain itu, hindari pula kegiatan atau hal-hal yang bisa memicu stres. Tidak bisa dipungkiri bahwa stres akan menjadi salah satu pemicu terhambatnya hormone yang menghasilkan ASI.

Untuk penanganan lebih lanjut mengenai ASI yang terhambat, lakukan konsultasi dengan dokter. Disamping itu, untuk menunjang produksi ASI sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan bergizi dengan kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan dalam tahap menyusui dan pemulihan pasca melahirkan.

Related Posts

Share This