Penyakit Epilepsi Pada Anak-Anak

Epilepsi merupakan suatu penyakit atau gangguan neurologis yang bersifat jangka panjang. Penderita epilepsi biasanya akan mengalami kejang secara tiba-tiba. Epilepsi tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa atau lanjut usia, akan tetapi anak-anak juga bisa mengalami penyakit tersebut. Ada dua kategori penyakit epilepsi pada anak-anak yaitu epilepsi idiopatik dan simptomatik. Untuk epilepsi idiopatik biasanya terjadi pada anak yang memiliki fisik normal sehingga terkadang epilepsi jenis ini sulit untuk dideteksi. Gejala tersebut akan muncul pada usia tertentu. Sedangkan epilepsi simptomatik adalah jenis epilepsi yang berhubungan dengan kelainan otak.

Epilepsi pada anak

Epilepsi pada anak biasanya menunjukan gejala kejang-kejang secara mendadak dan berlangsung berkali-kali. Kondisi tersebut terjadi karena impuls listrik pada otak melampaui batas normal sehingga impuls tersebut akan menyebar dan menyebabkan gerakan yang berlebihan pada otot seperti kejang.

Epilepsi sering diartikan sebagai penyakit yang berhubungan dengan gangguan sistem saraf akibat dari aktivitas neuron yang berlebihan pada otak sehingga menyebabkan reaksi abnormal pada tubuh manusia.

Gejala Epilepsi Yang Terjadi Pada Anak-anak

Anak mengalami kejang-kejang

Gejala epilepsi yang pertama yaitu anak mengalami kejang-kejang total. Kondisi tersebut akan membuat anak kehilangan kesadaran sehingga terkadang anak akan secara tiba-tiba terjatuh. Kejang-kejang tersebut biasanya berlangsung kurang lebih lima menit. Tubuh anak akan begetar tidak terkendali dan menjadi kaku. Ketika kejang-kejang tersebut sudah berhenti maka anak tidak akan menyadari dengan yang sudah terjadi.

Tatapan mata terlihat kosong

Anak yang menderita epilepsi akan menunjukan gejala yaitu tatapan mata yang kosong atau lebih sering terlihat bengong. Ketika anak ditegur atau disentuh badannya maka tidak akan memberikan respon.

Berhalusinasi

Pada sebagian kasus, anak yang menderita epilepsi akan bertingkah aneh sesaat sebelum mengalami kejang-kejang. Biasanya anak akan mendengar suara yang tidak nyata dan mengalami rasa sakit yang tidak jelas. Selain itu anak-anak cenderung lebih sering mengatakan hal yang tidak masuk akal.

Anak mengalami kedutan

Sebelum kejang-kejang biasanya anak akan mengalami kedutan pada anggota tubuhnya. Kedutan biasanya akan dirasakan oleh anak mulai dari jari atau telapak tangan kemudian akan menjalar ke seluruh tubuh sehingga mengakibatkan anak kejang-kejang. Gejala ini terkadang dirasakan oleh anak dalam keadaan sadar dan bahkan dalam keadaan tidak sadar.

Penyebab dari epilepsi bermacam-macam diantaranya yaitu anak mengalami cedera pada otak akibat dari pengaruh kondisi genetik, infeksi virus meninges yang menyerang selaput otak anak, anak-anak kekurangan oksigen waktu dilahirkan, kepala anak mengalami benturan atau cedera ketika dilahirkan dan anak mengalami tumor pada otak.

Anak-anak yang menderita penyakit epilepsi biasanya akan mengalami gangguan fungsi kognitif, gangguan pemahaman bahasa dan berpengaruh terhadap tingkat IQ anak. Epilepsi bukan merupakan penyakit menular. Untuk mengobati penyakit ini belum ada obat yang secara langsung bisa menyembuhkan. Akan tetapi Anda bisa memberikan pengobatan untuk meredakan gejala kejang pada anak yang menderita epilepsi. Pengobatan harus dilakukan berdasarkan saran dan resep dari dokter serta pengobatan harus dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang panjang.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517