Pemeriksaan Kehamilan Untuk Menunjang Kesehatan Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

Pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi ibu hamil untuk mengetahui perkembangan janin di dalam kandungan. Selain itu, pemeriksaan kehamilan juga bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin yaitu minimal 4 kali pemeriksaan. Pemeriksaan pertama bisa dilakukan pada periode awal kehamilan, trimester kedua dan trimester ketiga kehamilan sebanyak dua kali pemeriksaan. Akan tetapi alangkah lebih baiknya apabila pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin setiap bulan untuk meminimalisir kelainan pada janin.

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan bermanfaat untuk mengetahui kondisi fisik dan mental ibu hamil. Pemeriksaan secara rutin berguna untuk memantau kondisi kesehatan dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil

Pemeriksaan berat badan ibu hamil. Ibu hamil disarankan untuk memeriksakan berat badan setiap bulan. Pemeriksaan bisa dilakukan ketika usia kehamilan satu bulan hingga menjelang proses persalinan. Hal ini bertujuan untuk menjaga berat badan ideal pada ibu hamil. berat badan yang normal akan berdampak posistif bagi kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Berat badan yang berlebih atau obesitas akan berdampak buruk bagi ibu hamil karena bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diabetes dan hipertensi. Selain itu, peningkatan berat badan pada ibu hamil akan menghambat aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen bagi janin.

Pemeriksaan denyut jantung. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui perkembangan janin. Pemeriksaan denyut jantung biasanya dilakukan ketika kehamilan memasuki usia 7 sampai 9 bulan. Denyut jantung yang normal bisa dijadikan sebagai indikator kesehatan janin.

Pemeriksaan tinggi badan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ukuran panggul ibu hamil dan menjadi indikator persalinan akan berjalan normal atau tidak normal. Apabila tinggi badan ibu hamil terlalu pendek maka kemungkinan memiliki ukuran pinggul yang sempit sehingga beresiko melakukan persalinan tidak normal. Pemeriksaan ini akan sangat berguna untuk mempersiapkan mental dan finansial jika ternyata ibu hamil tidak bisa melakukan persalinan secara normal.

Pemeriksaan darah. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah yang bertujuan untuk mendeteksi kesehatan ibu hamil dan meminimalisir resiko gangguan pada janin seperti kelainan pada otak dan tulang belakang.

Pemeriksaan urin. Pemeriksaan urin biasanya dilakukan untuk mengetahui kadar gula dalam darah dan kandungan protein di dalam urin. Selain itu, pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui fungsi organ dalam ibu hamil seperti ginjal. Jika di dalam urin terdapat kandungan protein maka beresiko menyebabkan pre-eklampsia.

Pemeriksaan pada bagian perut. Untuk pemeriksaan perut harus dilakukan secara rutin dan teratur. pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan posisi janin.

Pemeriksaan organ-organ dalam. Pemeriksaan ini pada umumnya dilakukan di awal kehamilan yang bertujuan untuk mengetahui kesehatan reproduksi ibu hamil, mengetahui letak janin dan mengetahui rongga panggul.

Pemeriksaan pada bagian kaki. Pada akhir kehamilan biasanya ibu hamil mengalami pembengkakan pada bagian kaki atau varises. Pembengkakan tersebut bersifat normal apabila tidak berlebihan. Pembengkakan yang terjadi pada bagian kaki secara berlebihan merupakan gejala pre-eklampsia.

Pemeriksaan kesehatan pada waktu hamil bermanfaat untuk mengetahui kesehatan ibu hamil pada setiap tahap kehamilan. Kesehatan ibu hamil akan mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan. Apabila ibu hamil sehat maka perkembangan janin akan berlangsung normal dan sebaliknya ketika ibu hamil sakit maka pertumbuhan dan perkembangan janin akan terhambat.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517