Panduan Untuk Menyimpan Makanan Bayi

Merawat bayi merupakan suatu pekerjaan yang bisa dibilang gampang-gampang susah. Terlebih lagi bagi Anda yang mempunyai kesibukan diluar rumah untuk bekerja. Kegiatan memasak makanan setiap waktu mungkin akan menyita banyak waktu. Seperti yang kita ketahui bahwa jam makan bayi lebih sering dari orang dewasa sehingga hal ini menuntut Anda untuk meracik dan menyiapkan makanan setiap jam makan tiba.

Mengolah sendiri makanan untuk bayi memang aman dan asupan nutrisi pun bisa dikontrol. Namun, porsi makan bayi yang hanya sedikit tentunya akan membuat Anda kerepotan ketika harus memasak setiap saat dalam jumlah sedikit. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa menyimpan cadangan makanan dengan cara dibekukan supaya lebih awet.

Berikut Panduan Menyimpan Makanan Bayi

Menyimpan makanan bayi dengan cara dibekukan terbukti lebih aman dan higienis. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan supaya kualitas dan kandungan gizi makanan tersebut tidak rusak. Berikut metode penting untuk menyimpan makanan bayi supaya lebiyh awet dan tetap sehat.

  1. Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menyimpan makanan bayi adalah mencuci bersih semua bahan yang akan di buat pure. Kebersihan sangat menentukan kualitas makanan yang akan disimpan. Cuci sampai bersih bahan-bahan seperti sayuran, daging ataupun ikan.
  2. Potong bahan makanan menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih mudah dihaluskan menggunakan belnder.
  3. Rebus bahan makanan tersebut sampai benar-benar matang dan lunak. Kemudian haluskan menggunakan blender sampai menjadi bubur.
  4. Masukan pure ke dalam wadah pembeku. Anda bisa menggunakan cetakan es yang memiliki penutup pada bagian atas. Jika cetakan tersebut tidak mempunyai penutup, Anda bisa menggunakan plastik wrap. Cara ini bertujuan supaya makanan tidak terkontaminasi oleh virus dan bakteri berbahaya.
  5. Jika sudah membeku, Anda bisa memasukannya ke dalam plastik yang bersih. Dengan begitu penggunaannya lebih praktis.
  6. Berikan label di setiap plastik supaya Anda lebih mudah untuk mengetahui masa kadaluarsa makanan tersebut.
  7. Makanan yang dibekukan di dalam lemari pembeku memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi yaitu 1 – 3 bulan. Namun untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan tersebut sebaiknya tidak lebih dari 1 bulan.
  8. Makanan beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali karena bisa merusak cita rasa dan kualitas makanan tersebut.

Untuk mencairkan makanan yang telah dibekukan, Anda bisa menaruhnya pada bagian lemari pendingin terlebih dahulu bukan pada bagian pembeku. Biarkan makanan tersebut meleleh dengan sendirinya. Selain itu Anda juga bisa menggunakan cara dibawah ini:

  • Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu menggunakan pemanas elektrik (steamer). Selain itu, makanan beku bisa Anda cairkan dengan cara meletakannya diatas pinggan tahan panas, lalu rendam diatas panci yang berisi air panas di atas api kecil.
  • Jika Anda menghangatkan makanan menggunakan microwave, pastikan panasnya merata. Panaskan makanan, kemudian aduk-aduk sampai rata dan panaskan kembali. Selain itu, Anda juga harus mencoba dan memastikan makanan tersebut tidak terlalu panas untuk bayi.

Itulah panduan untuk menyimpan makanan bayi supaya tahan lebih lama dan kualitasnya tetap terjaga. Perhatikan faktor kebersihan dan keamanan dari makanan yang akan Anda simpan supaya tidak membahayakan kesehatan si kecil. Supaya lebih praktis, Anda bisa menggunakan rice cooker untuk memanaskan makanan yang beku.

Related Posts

Share This