Merawat Penyakit Hemofilia Pada Anak

Hemofilia pada anak merupakan salah satu penyakit kelainan pada proses pembekuan darah. Dalam hal ini darah tidak memiliki kemampuan untuk membeku dengan sendirinya. Pada dasarnya darah anak yang menderita penyakit ini akan mengalami pembekuan dengan proses yang sangat lambat dan bahkan sulit untuk membeku. Jika terjadi luka maka darah akan terus mengalir sehingga beresiko kehilangan banyak darah.

Secara umum trombosit di dalam darah akan membantu proses pembekuan pada saat terjadi luka. Trombosit akan melepaskan zat kimia yang berfungsi dalam mengaktifkan faktor pembekuan yang berupa protein dalam darah. Nah, pada penderita hemophilia proses tersebut tidak berlangsung sebagaimana mestinya.

Penyakit kelainan darah ini seringkali menyerang anak laki-laki. Mengapa demikian? Hemophilia merupakan penyakit kelainan genetic yang terkait dengan kromosom X yang ditularkan dari ibu ke anak. Seperti yang kita ketahui bahwa anak laki-laki mendapatkan kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Resiko hemophilia pada anak perempuan sangat rendah meskipun ada kemungkinan.

Hemofilia akan mulai terdeteksi ketika terjadi benturan yang mengalami memar dan berdarah. Jika terjadi luka maka pendarahan akan sulit untuk dihentikan akibat trombosit tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Penanganan medis merupakan salah satu cara terbaik untuk mengatasi penyakit hemophilia. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk penderita hemophilia yaitu menghindari terjadinya benturan dan luka. Dalam hal ini Anda harus selalu mengawasi aktivitas anak terutama yang masih berusia balita.

Nah, Inilah Beberapa Cara Yang Bisa Anda Lakukan Dalam Upaya Untuk Merawat Anak Yang Terkena Hemofilia

  • Perhatikan Penggunaan Obat-obatan

Pada dasarnya kehidupan anak-anak yang menderita hemophilia akan sedikit berbeda dengan kehidupan anak-anak pada umumnya. Dalam hal ini Anda harus memilih berbagai tindakan sebagai upaya untuk melakukan pencegahan. Anak-anak yang menderita hemophilia sebaiknya dijauhkan dari oabt-obatan yang mengandung ibuprofen,  aspirin serta naproxen sodium. Perlu Anda ketahui bahwa obat jenis ini akan semakin memperparah penderita hemophilia.

  • Jauhkan Anak Dari Aktivitas Yang Beresiko Menyebabkan Luka

Bagi Anak yang menderita hemophilia sebaiknya dijauhkan dari aktivitas olahraga berat sebab hal ini sangatlah beresiko. Namun dalam hal ini bukan berarti anak Anda tidak boleh berolahraga. Yang perlu Anda lakukan adalah menerapkan olahraga dengan porsi yang tidak berat. Jenis olahraga yang direkomendasikan yaitu berenang, bersepeda dan berlari untuk menjaga serta membentuk otot supaya lebih kuat.

Bagi Anda yang memiliki anak dengan penyakit hemophilia sebaiknya tidak mengekangnya untuk beraktivitas. Poin penting yang harus Anda perhatikan yaitu memberikan pengawasan dengan aktivitas yang dilakukan sehingga kemungkinan terjadinya pendarahan bisa dihindari. Jika terlanjur terjadi luka maka segeralah lakukan pertolongan dan bawa ke dokter untuk menghindari kehilangan banyak darah yang bisa membahayakan keselamatan anak.

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517