Merawat Anak Yang Terkena Penyakit Diare

Ketika Anda mendapati kondisi tinja anak yang berair bila dibandingkan dengan kondisi normal pada umumnya maka tidak perlu khawatir jika intensitas buang air pada anakĀ  juga masih normal. Diare pada anak biasanya di tandai dengan tinja yang lebih encer dan intensitas buang air besar lebih sering. Penyebab utama diare pada anak yaitu infeksi pada usus dan lambung yang diakibatkan oleh makanan yang memicu iritasi.

Anak Yang Terkena Diare

Tinja anak yang terkena diare akibat dari peradangan pada usus dan lambung yaitu sering keluar, lebih encer, berlendir dan terkadang keluar secara tiba-tiba. Selain itu, anak biasanya mengalami ruam disekitar anus dan kondisi kesehatannya terkadang menurun akibat banyak cairan yang keluar. Diare mengganggu keseimbangan cairan di dalam tubuh sehingga rentan mengakibatkan dehidarasi. Kondisi terparah dari diare biasanya disertai dengan muntah-muntah. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda harus segera melakukan penanganan yang tepat.

Cara Tepat Merawat Anak Yang Terkena Diare

  • Menelusuri penyebab

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam menangani anak yang diare yaitu dengan menelusuri penyebab diare tersebut. Apabila penyebabnya sudah jelas diketahui maka akan memudahkan Anda dalam melakukan pengobatan. Salah satu penyebab diare biasanya jenis makanan yang diberikan untuk anak. Contohnya ketika Anda mengubah menu makan anak maka perut anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan makanan baru tersebut. Hindari memberikan susu formula apabila anak tiba-tiba diare setelah diberikan minuman tersebut.

  • Hindari makanan yang mengakibatkan iritasi

Apabila anak Anda mengalami diare disertai muntah maka hentikan pemberian makanan padat dan instan, akan tetapi jangan menghentikan pemberina ASI. Ketika diare pada anak semakin parah maka sebaiknya Anda menghentikan pemberian semua jenis makanan seperti susu, makanan instan, sari buah dan jangan menghentikan pemberian ASI. Makanan tersebut terkadang memicu iritasi dan infeksi pada usus anak.

  • Mencegah dehidrasi

Diare sangat rentan mengakibatkan kehilangan banyak cairan. Maka dari itu penting sekali bagi Anda untuk menjaga kondisi tubuh anak dengan memberikan asupan cairan untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare. Apabila anak Anda masih dalam tahap penyusuan maka biarkan dia menyusu sampai puas dan jangan memberikan makanan lain selain ASI. Namun, ketika anak sudah tidak lagi menyusu maka Anda bisa memberikan cairan elektrolit pengganti.

  • Memberikan kembali makanan regular

Perhatikan kondisi dan perkembangan diare pada anak. Apabila kondisinya sudah membaik maka Anda bisa memberikan kembali makanan regular untuk anak. Namun, jangan langsung memberikan susu sapi pada anak sebagai pengganti cairan. Hal ini bisa kembali memicu infeksi pada usus. Alangkah lebih baiknya apabila Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  • Hindari pemberian sari buah

Perlu Anda ketahui bahwa sari buah bukan makanan yang bisa bersahabat dengan usus anak. Hal ini karena kebanyakan sari buah mengandung sorbitol dan gula yang sulit terserap oleh usus sehingga mengabsorpsi air dari lapisan usus ke tinja. Kondisi ini tentunya akan memperparah diare pada anak. Selain mengakibatkan diare, sari buah memicu rasa sakit dan kembung pada perut.

Nah, demikian cara perawatan yang bisa Anda lakukan dalam menangani anak yang diare. Semoga penjelasan ini bermanfaat. Hal yang paling penting dalam menangani anak yang diare adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu dan segera melakukan penanganan. Selanjutnya apabila kondisi tersebut tidak kunjung membaik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Related Posts

Share This