Menyapih Anak Dari ASI, Inilah Cara Yang Bisa Anda Lakukan!

Menyusui bayi merupakan salah satu kegiatan wajib bagi setiap wanita setelah melahirkan. Menyusui adalah media untuk memberikan asupan nutrisi pada bayi. Pakar kesehatan menyarankan untuk menyusui bayi secara ekslusif selama 6 bulan. Kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun dengan tambahan makanan pendamping ASI (MPASI). Nah, kendala yang sering dihadapi oleh kebanyakan ibu menyusui adalah proses menyapih anak ketika menginjak usia 2 tahun.

Menyapih anak dari ASI tentunya bukan perkara yang mudah. Dalam hal ini diperlukan kesabaran dan kesadaran dari diri Anda sebagai orangtua. Berikut cara memisahkan anak dari asi yang mungkin bisa Anda lakukan secara bertahap.

  • Langkah pertama cara menyapih anak dari ASI yaitu dengan mengurangi frekuensi menyusui secara bertahap. Pada usia 2 tahun, tentunya si kecil sudah memiliki kemampuan untuk mencerna makanan yang lebih padat selain ASI. Nah, dengan begitu ketika si kecil meminta ASI, Anda bisa mengalihkan dengan cara menggantinya dengan makanan.
  • Hindari penggunaan mengkudu, batrawali atau menutup putting ASI menggunakan plester. Cara tersebut tidak efektif dan justru akan menakut-nakuti si kecil sehingga berdampak buruk terhadap perkembangan psikologisnya.
  • Tingkatkan frekuensi pemberian makanan pendamping ASI sehingga si kecil akan terbiasa dan lupa untuk menyusu.
  • Alihkan jadwal menyusui si kecil dengan mengajaknya bermain atau bercerita. Biasanya si kecil akan meminta ASI sebelum tidur.
  • Biasakan supaya si kecil mengkonsumsi MPASI. Jadwalkan secara teratur supaya menjadi kebiasaan dan sebagai penagalihan dari ASI.
  • Menunggu si kecil lapar. Pada waktu lapar dan terdesak biasanya anak tidak akan pilih-pilih sehingga Anda bisa memberikan makanan padat bukan ASI.
  • Perkenalkan makanan padat secara bertahap untuk si kecil dari mulai usia satu tahun sehingga hal ini akan menjadi kebiasaan ketika si kecil berusia 2 tahun.
  • Cobalah untuk memberikan pengertian pada si kecil tentang apa yang akan Anda lakukan. Lakukan hal ini tentunya secara bertahap dan perlahan.

Itulah cara menyapih anak yang bisa Anda lakukan. Kegiatan tersebut memang bukan perkara yang mudah dan tidak akan sekaligus berhasil. Dalam hal ini diperlukan ketelatenan dan kesabaran Anda sebagai orangtua.

Hal yang paling penting sebelum Anda melakukan penyapihan adalah memperhatikan kondisi kesehatan si kecil. Jangan menghentikan pemberian ASI ketika si kecil sedang sakit karena bisa memperparah kondisi kesehatannya.

Sebagai pengganti ASI, berikan asupan makanan bergizi yang menunjang tumbuh kembangnya. Pada usia balita merupakan usia emas dalam tahap pertumbuhan anak. Jika asupan nutrisi kurang dan terbatas maka tahap tumbuh kembangnya akan terganggu.

Satu hal lagi yang perlu Anda lakukan yaitu teknik penyapihan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Lakukan penyapihan dengan cara halus dan lembut sehingga si kecil tidak merasa dilarang. Hindari menggunakan ancaman karena tidak baik untuk perkembangan psikisnya. Semoga bermanfaat!

Related Posts

Share This

Turun 30 Kg Dalam 2 Bulan

Jus Pelangsing Alami, Dipake Oleh Banyak Artis Nasional. Kunjungi kami di Instagram: @bundakim7 PIN BB :D2335D03 SMS / WA: 0813 2154 8517